Pilgubsu, Kata Praktisi: Survei CEPP USU ‘Bantah’ Survei Indo Barometer

oleh -1.463 Kali Dibaca
Calon Gubernur Sumatera Utara Letjen (Purn) Edy Rahmayadi bersama pendukungnya saat mengikuti kegiatan Deklarasi Kampanye Damai yang digelar KPU, Minggu 18 Februari 2018. [Foto Ist|Rienews.com]

 

Calon Gubernur Sumatera Utara Letjen (Purn) Edy Rahmayadi bersama pendukungnya saat mengikuti kegiatan Deklarasi Kampanye Damai yang digelar KPU, Minggu 18 Februari 2018. [Foto Ist|Rienews.com]
RIENEWS.COM – Praktisi politik Sumatera Utara, Ikhyar Velayati Harahap menyebut hasil survei Indo Barometer menyoal elektabilitas figur pasangan calon dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), antara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dengan Djarot Hidayat-Sihar Sitorus, telah terbantah oleh hasil survei Center For Election and Political Party  Universitas Sumatera Utara (CEPP USU).

Indo Barometer, pada Jumat 23 Maret 2018, merilis hasil survei yang dilakukan 4-10 Februari 2018, menempatkan pasangan calon Djarot Hidayat-Sihar  Sitorus memperoleh suara 26,0 persen mengalahkan pesaingnya Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah  yang memperoleh 25,8 persen.

Sedangkan dalam indikator jujur dan bebas korupsi yakni pasangan nomor urut 2, Djarot-Sihar meraih 77,1 persen, sedangkan pasangan calon nomor urut 1, Edy-Musa meraih 69,4 persen.

“Soal legitimasinya, ya silakan publik menilai. Jikapun ada yang merasa janggal, ya bisa dibantah dengan survei juga. Dan, survei Indo Barometer-kan sudah terbantahkan dengan rilis survei yang dilakukan CEPP FISIP USU. Namun lagi-lagi, publik yang menjadi penilainya,” ujar Ikhyar, Sabtu 24 Maret 2018.

KLIK: Berlibur ke Batak Soa, Indah Tapi Banyak ‘Kutipan’

Ikhyar menilai survei CEPP USU memiliki validasi dan akurasi yang lebih bisa diterima publik.

Alasannya, kata dia, survei CEPP USU lebih aktual karena dilakukan pada 3-7 Maret 2018 dan dirilis pada Sabtu 24 Maret 2018.

“Kalau Indo Barometer yang dirilis 23 Maret 2018 itu kan surveinya dibuat pada awal Februari 2018. Jadi (survei CEPP USU) bisa lebih diterima publik,” imbuh Ketua Forum Aktivis 1998 Sumut itu.

Hal lainnya yang disoroti Ikhyar soal kedudukan lembaga survei.

“CEPP USU bisa lebih mendapat legitimasi publik karena merupakan lembaga survei kampus negeri,” kata dia.

Dalam survei CEPP tersebut, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul di angka 49,3 persen dari Djarot-Sihar yang ada di angka 34,5 persen.

Peneliti CEPP FISIP USU, Akhyar Anshori, Sabtu 24 Maret 2018, memaparkan hasil survei Pemilihan Gubernur Sumatera Utara  Tahun 2018, pasangan calon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul dibanding pasangan calon Djarot-Sihar.

Dijelaskannya, survei yang dilaksanakan mulai tanggal 3-7 Maret 2018, melibatkan 650 responden yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.

Metode yang digunakan adalah multistage random dengan sampling error +/-  3,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut Akhyar, jika survei dilakukan melalui pertanyaan terbuka atau spontan tentang siapa yang akan dipilih pada Pilgubsu, maka hasilnya Eramas (Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah) memperoleh dukungan sebesar 47,85 persen disusul Djoss (Djarot Hidayat-Sihar Sitorus) sebesar 30,15 persen, dan pasangan JR-Ance 6,92 persen. Dengan 15,08 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan, rahasia, dan tidak menjawab. (Rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *