Tingkatkan Perekonomian, Bupati Karo Apresiasi Pandia Farm di Barusjahe

oleh -74 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama pengelola Pandia Farm di Desa Barusjulu, Kecamatan Barusjahe. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –  Bupati Karo Terkelin Brahmana menilai keberadaan Pandi Farm di Jalan Barusjahe, Desa Barusjulu, Kecamatan Barusjahe, mampu mendongkrak perekonomian warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, khususnya di sekitar keberadaan Pandia Farm.

“Dampak keberadaan Pandia Farm memberikan ruang lapangan kerja bagi masyarakat. Maka Pandia Farm dinilai mampu bersinergi, menjalankan program pemerintah, yang bertujuan mengurangi pengangguran,” ujar Terkelin Brahmana.

Hal ini disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana saat melakukan kunjungan ke Pandia Farm, Senin 19 April 2021.

Didampingi didampingi Kadis PUPR Eduward Pontianus Sinulingga dan Sekcam Barusjahe Bersama Ketaren, Bupati Karo melihat langsung aktivitas pekerjaan di Pandi Farm, pembersihan terhadap sayuran seperti wortel.

Disebutkan Terkelin, selain memberikan lapangan kerja bagi warga, Pandia Farm juga membantu petani wortel di Kecamatan Barusjahe. Hal ini dikarenakan kebutuhan pasokan wortel untuk Pandia Farm dalam tiap pekan, selanjutnya sayuran itu didistribusikan ke berbagai daerah.

“Ini juga menentukan kesiapan para petani Karo dalam memenuhi kebutuhan permintaan pasar lewat Pandia Farm,” ujarnya.

Baca Juga:

Transaksi Tiket.com Meroket di Q1 2021

Kepulangan Tenaga Kerja ke Tanah Air, Kepala BNPB Minta Kepri Bentuk Satgas Khusus

Arnis Pandia, pengelola Pandia Farm, menyatakan, bisnis tersebut dimulai sejak 2015. Seiring dengan perkembangannya, Arnis menyatakan terus meningkatkan produksi wortel “Berastagi” untuk memenuhi permintaan pasar.

“Seiring perkembangan, mau tidak mau Pandia Farm harus berorientasi dan meningkatkan target pengiriman. Itu butuh tempat dan lokasi yang cocok dalam memenuhi kebutuhan pasar, sehingga Pandia Farm membangun gudang ini di Desa Barusjulu dengan luas lahan satu hektar lebih,” katanya.

Diungkapkannya, produksi wortel di Pandia Farm dalam memenuhi permintaan pasarterus ditingkatkan.

“Permintaan pasar sudah meningkat menjadi 150 sampai 200 ton/minggu,” katanya.

Wortel hasil produksi pertanian Kabupaten Karo itu, kata Arnis, didistribusikan ke Jakarta, Surabaya (Jawa Timur), dan Kota Pontianak (Kalimantan Barat).

Untuk mencukupi permintaan itu, Arnis mengungkapkan pihaknya menerapkan pola kerja sama dengan petani lokal. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *