EKBIS  

WEF Davos 2026, Dirut Telkom Paparkan Strategi Digital untuk Pembangunan Indonesia

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam sesi Indonesia Pavilion pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, membahas strategi Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang terhubung, kreatif, dan berdaya saing global. Foto Istimewa.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam sesi Indonesia Pavilion pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, membahas strategi Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang terhubung, kreatif, dan berdaya saing global. Foto Istimewa.

Peran tersebut semakin strategis seiring agenda nasional pemerataan akses digital yang menargetkan konektivitas serat optik di 90 persen kecamatan serta cakupan mobile broadband bagi 98 persen populasi. TelkomGroup berkontribusi aktif dalam memastikan perluasan jaringan tidak hanya terfokus pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) guna mengurangi kesenjangan dan mendorong pemerataan akses digital antarwilayah.

Saat ini, Telkomsel melayani 157,6 juta pelanggan mobile broadband, sementara IndiHome menjangkau 10,3 juta pelanggan fixed broadband, dengan luas jaringan TelkomGroup yang mencakup sekitar 97% populasi Indonesia.

Selain konektivitas, TelkomGroup juga memperkuat kedaulatan data nasional melalui pengembangan data center bersertifikasi internasional dan kapabilitas cloud lokal.

Hal ini diperkuat melalui pengembangan data center berstandar internasional dan kapabilitas cloud lokal. Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam mendukung digitalisasi pemerintah, sektor usaha, dan UMKM, sekaligus memastikan data strategis nasional dikelola secara aman, andal, dan selaras dengan prinsip tata kelola data global.

Di tahun 2026, fasilitas Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang dan HDC NeutraDC Nxera Batam, yang AI-ready, siap beroperasi dan melayani pelanggan, sekaligus mendukung kebutuhan hyperscaler dan enterprise global. Fasilitas ini didukung oleh ekosistem konektivitas internasional dan standar operasional global.

TelkomGroup juga mengutamakan keandalan dan keamanan operasional sebagai prioritas utama dalam memberikan service excellence, yang diwujudkan melalui penguatan rute jaringan, diversifikasi jalur kabel laut untuk mengurangi risiko single point of failure, serta penerapan standar keamanan internasional guna menjaga kepercayaan dan stabilitas layanan.

“Indonesia tidak hanya siap tumbuh secara digital, tetapi juga siap berkolaborasi secara terbuka dengan mitra global untuk membangun ekosistem digital yang andal dan berkelanjutan. TelkomGroup berkomitmen menjadi penghubung antara pemerintah, industri, dan partner global untuk mendorong beragam solusi dan inovasi digital demi masa depan Indonesia, sehingga mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” tambah Dian.

Sebagai anchor enabler infrastruktur digital nasional yang berdaya saing global, TelkomGroup menghubungkan agenda transformasi ekonomi digital Indonesia sekaligus membuka peluang kolaborasi dan investasi.

Peran ini menegaskan posisi TelkomGroup sebagai penghubung strategis antara kebijakan publik, kebutuhan industri, dan ekosistem digital internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dan pusat peluang investasi di kawasan Indo-Pasifik. Melalui perhelatan ini, TelkomGroup terus berupaya mendorong sinergi antara pemerintah, industri, dan para pemain global untuk mengakselerasi transformasi digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. (Rep-Don)