Ini Cara Owner Waroeng SS Bangun Bisnis Tanpa Riba

oleh -3.634 Kali Dibaca
Owner Waroeng Spesial Sambal (Waroeng SS), Yoyok Hery Wahoyono saat menjadi pembicara di talkshow “Berani Kaya Tanpa Riba” yang digelar BMT-UMY, Sabtu 16 Maret 2019. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM –  Baitul Maal wa-at Tamwil, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BMT-UMY) menggelar talkshow “Berani Kaya Tanpa Riba” dengan menghadirkan pengusaha yang sukses membangun bisnis tanpa riba, Sabtu 16 Maret 2019, di Ruang Amphitheatre Lantai 5 Gedung Ibrahim Kampus Terpadu UMY.

Talkshow dilaksanakan bersamaan dengan Rapat Anggota Tahunan BMT UMY ke VIII tutup buku tahun 2018, sekaligus launching aplikasi Android BMT UMY Mobile. BMT UMY menjadi salah satu pilar yang menolak adanya praktik riba.

Pembicara kunci dalam talkshow  yang dihadirkan adalah Owner Waroeng Spesial Sambal (Waroeng SS), Yoyok Hery Wahoyono dan Owner Bubur Syarifah, El Chandra. Kedua pengusaha sukses  membangun bisnis tanpa riba.

Yoyok Hery Wahoyono sejak awal membangun bisnis kuliner Waroeng SS Tahun 2002, menghindari pinjaman perbankan. Dia lebih memilih mengajak saudara-saudaranya berinventasi dengan berbagi hasil. Nyatanya, cara Yoyok terbilang sukses.

Waroeng SS milik Yoyok kini telah memiliki 89 cabang hingga di luar negeri.

Baca Berita: Sikap PP Muhammadiyah Soal Penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru

Baca Juga: Kemenko Maritim Rekomendasi Bupati Karo Ikuti ZNBF di India

“Sejak saya memulai bisnis pada 2002, sama sekali tidak pernah meminjam atau kredit ke bank sebagai modal usaha,” kata Yoyok.

Pria ini beralasan, kredit akan menjadi beban.

“Kredit Rp100 juta ke bank, misalnya, kemudian ada tuntutan mengangsur hutang Rp10 juta per bulan. Sementara keuntungan perusahaan tidak mesti Rp10 juta per bulan, itu akan menjadi beban,” ujar Yoyok.

Dalam talkshow  itu, Yoyok membuka ‘rahasia’ mendapatkan modal usaha.

“Saya memiliki keluarga, memanfaatkan sepupu, keponakan atau rekan untuk bekerjasama, berinvestasi, bagi hasil laba. Hal itu saya terapkan di Waroeng SS. Alhamdulilah metode itu membuat Waroeng SS masih berdiri sampai saat ini dengan memiliki 89 cabang, 1 cabang di Kuala Lumpur, dan memiliki kurang lebih 3.800 karyawan,” ucap Yoyok.

Yoyok membagi tips membangun bisnis dan memimpin.

“Prinsip saya adalah berbisnis tidak boleh tergesa-gesa untuk mencapai target perbulan, untuk memenuhi tanggungan yang harus dibayar. Modal pemimpin perusahaan adalah bagaimana hati kita selalu tentram sehingga kita dapat memiliki daya tahan tinggi. Tidak stres dan bisa terus kreatif serta inovatif,” ujarnya.

Namun demikian Yoyok juga tak membenarkan bahwa memulai usaha tanpa modal. Jadi sebagai alternatif tidak meminjam ke bank, dia mengaku mengajak keluarga, rekan atau sahabat untuk ikut berbisnis.

Ketua Kepengurusan KSPPS BMT UMY Misbahul Anwar mengungkapkan, BMT UMY mengalami kenaikan oustanding sebesar 57 persen dan kenaikan simpanan sukarela sebesar 60 persen di banding tahun 2017.

“Ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk bertransaksi tanpa riba, sekaligus menunjukkan kepercayaan anggota kepada BMT UMY yang semakin meningkat,” ujar Misbahul. (Rep-02 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *