Mobile Lab BSL-2 Varian Bus Untuk Percepatan Proses 3T di Daerah

oleh -129 Kali Dibaca
Kepala BPPT, Hammam Riza bersama Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo secara resmi melepas keberangkatan mobile laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) varian bus di Grha BNPB, Jakarta, Rabu 16 Desember 2020. [Foto Danung Arifin | Rienews]

RIENEWS.COM – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza secara resmi melepas keberangkatan mobile laboratorium Biosafety Level 2 (Mobile Lab BSL-2) varian bus.

Peluncuran armada pengendalian dan penanganan Covid-19 dilakukan di Grha BNPB, Jakarta, Rabu 16 Desember 2020.

Ketua BPPT Hammam Riza mengatakan, peluncuran mobile lab BSL-2 untuk mempercepat upaya penanganan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dalam proses 3T (tracing, testing, treatment) di beberapa daerah.

“Untuk testing, tracing, dan treatment, juga kita bisa mengimprovisasi dengan tracing yang saat ini juga kita sedang upayakan pengembangan aplikasi,” jelas Hammam.

Kehadiran mobile lab BSL-2 juga dapat membantu peningkatan kapasitas uji sampel spesimen Covid-19 di daerah sehingga prosesnya dapat lebih dipercepat, dipersingkat, dan lebih akurat.

Sebagaimana diketahui bahwa hingga saat ini kapasitas pengujian sampel untuk mempercepat upaya penanganan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sudah mencapai 95 persen dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, ada beberapa wilayah yang mengalami kesulitan dalam pengujian sampel.

Baca Berita:

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 6,2 di Kepulauan Sangihe

Label TiketCLEAN Dorong Pemulihan Pariwisata di Masa Pandemi

“Kapasitas pengujian di Indonesia saat ini telah mencapai 95 persen dari yang ditargetkan oleh WHO. Namun sebagian laboratorium masih terpusat di beberapa kota besar dan masih menunggu waktu di dalam pengujian spesimen tersebut,” ujar Hammmam.

Hammam merincikan bahwa mobile lab BSL-2 varian bus tersebut masih mengusung konsep yang sama, yaitu mobile, aman, dan akurat.

Memiliki konsep yang sama dan dibangun dengan upaya penyempurnaan,” kata Hammam.

Adapun mobile lab BSL-2 varian bus ini memiliki beberapa kelebihan dibanding generasi mobile lab sebelumnya. Antara lain; dibangun dengan platform bus, untuk memperkuat konsep mobilitas, sehingga dapat mudah dioperasikan di daerah yang membutuhkan.

Kemudian mobile lab terbaru ini juga terdapat penambahan fasilitas untuk ekstraksi RNA, sehingga dapat menggunakan reagen yang lebih bervariasi (metode magnetic beads) untuk menjaga keberlanjutan pengujian.

“Penambahan fasilitas untuk ekstraksi RNA, sehingga menggunakan reagen yang bervariasi,” jelas Hammam.

Selanjutnya ada juga beberapa pengembangan layout peralatan untuk meningkatkan akurasi data dan keamanan personil penguji. Selanjutnya, mobile lab BSL-2 tersebut terdapat penyempurnaan pada sistem mekanik pintu yang dapat dibuka tutup secara touchless, untuk menghindari adanya kontaminasi.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengapresiasi inovasi karya anak bangsa dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19.

Menurut Doni, dengan hadirnya mobile lab BSL-2 dapat mengurangi ketergantungan terhadap jenis produk dari luar negeri, sehingga hal itu sekaligus dapat menjadi solusi yang lebih efektif dan efisien.

“Tentu kita harus mendukung program-program inovasi ini agar kita tidak selalu tergantung dari produk-produk yang didatangkan dari luar negeri,” kata Doni.

Di sisi lain, Doni juga menilai bahwa dengan adanya bus laboratorium tersebut, maka hal itu dapat mengurangi permasalahan yang ada di daerah, khususnya untuk pemenuhan kapasitas uji sampel sesuai standar Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

“Salah satu upaya untuk mengurangi kesulitan-kesulitan yang ada di daerah, karena tidak semua lab di daerah ini memiliki standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Selanjutnya, dia juga berharap agar peluncuran mobile lab BSL-2 yang mengusung konsep bus tersebut dapat mempercepat upaya pemeriksaan spesimen, sehingga penanganan Covid-19 dapat lebih baik.

“Ini adalah jawaban untuk menutupi kekuarangan yang ada di daerah. Mudah-mudahan kehadiran mobile lab BSL-2 ini dapat mempercepat proses pemeriksaan spesimen,” tutup Doni.

Usai diberangkatkan, mobile lab BSL-2 varian bus tersebut akan melakukan roadshow ke Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Dinas Kesehatan Denpasar di Bali, dan Ponpes Darul Ulum Jombang di Jawa Timur, untuk membantu pengujian sampel Covid-19, dan direncanakan kembali ke BPPT pada tanggal 29 Desember 2020.

Sebelumnya, BPPT telah meluncurkan inovasi mobile lab BSL-2 varian container (trailer) yang dapat dipindah-operasikan ke berbagai daerah.

Mobile lab varian kontainer tersebut telah beroperasi di beberapa tempat di Indonesia, seperti Jakarta Timur, Plaju (Palembang), dan Medan (Sumatera Utara). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *