Habiburokhman Desak Penyidik Ungkap Motif Listyo Sadap Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Foto Muchlis Jr/BPMI Setpres.
Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Foto Muchlis Jr/BPMI Setpres.

RIENEWS.COM – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman mendesak penyidk mengungkap motif mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso menyadap Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengaku terkejut, penyadapan oleh Listyo menyasar sejumlah anggota DPR RI.

“Kami kaget mendapat informasi (penyadapan) seperti itu. Kalau memang kami disadap secara ilegal, tentu kami kecewa. Kita lihat nanti perkembangan bagaimana,” ujar Habiburokhman kepada wartawan di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

Ia mendesak penyidik mengungkap tidak hanya peristiwa yang terjadi, tetapi juga motif di balik tindakan tersebut. Apakah tindakan itu sekadar untuk mengamankan posisi dan jabatan atau memiliki tujuan lain yang berkaitan dengan kepentingan politik.

“Kita tunggu para penyidik, apa motifnya? Apakah hanya membaca peta, mengamankan diri dan posisi jabatannya, atau ada yang lebih jauh lagi, misalnya terkait konstelasi politik, aspirasi politik, dan sikap politik yang bersangkutan,” jelasnya.

Habiburokhman menilai persoalan insubordinasi di institusi militer maupun kepolisian merupakan hal yang sangat sensitif. Karena itu, Komisi III mendorong agar proses hukum berjalan cepat, terbuka, transparan, dan profesional.