Penggunaan Dana Desa, Ratusan Warga Demo Kades Nageri

oleh -2.197 Kali Dibaca
Seorang pengunjuk rasa dari Desa Nageri, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, membentangkan poster dalam aksi unjuk rasa menuntut transparansi penggunaan Dana Desa, di Kantor Bupati Karo, Kamis 18 Juli 2019. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Ratusan warga yang didomonasi kaum ibu-ibu dari Desa Nageri, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis 18 Juli 2019, melancarkan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Karo dan Kantor Bupati Karo.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga menuntut transparansi penggunaan Dana Desa, dan menyoroti kinerja  Kepala Desa Nageri, Pelita Purba.

Semula, para warga mendatangi Gedung DPRD Karo untuk menyampaikan aspirasi mereka dan menuntut kepala desa turun. Kedatangan massa hanya diterima oleh pegawai Sekretariat DPRD Karo, karena anggota Dewan tugas ke luar daerah.

Baca Berita Dana Desa Di Sini

Hal ini menyebabkan warga merasa tidak puas, dan melanjutkan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Karo di Kabanjahe. Dalam aksinya, massa demonstrasi membawa sejumlah poster, karton bertuliskan mengecam kinerja Pelita Purba.

Baca Berita:

Toto Mulyono Pimpin Pencarian Korban Hanyut di Babura

Ini Pesan Bupati Karo Kepada 70 Mahasiswa USU KKN di Merek

Sekretaris Daerah Pemkab Karo, Kamperas Terkelin Purba didampingi Kepala Inspektorat Pemkab Karo, Philemon Berahmana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Abel Terawai Tarigan, dan Kabag Pemdes, Eva Angelia Sembiring, menerima sepuluh delegasi massa di ruang Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Juru bicara massa, Lia br Ginting merupakan Kaur Desa Nageri, mengungkapkan, aksi yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi, tuntutan warga desa mengenai dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa yang memicu kemarahan warga.

Sekda Pemkab Karo, Kamperas Terkelin Purba menjanjikan kepada massa pengunjuk rasa akan menindak lanjuti aspirasi yang disampaikan warga Desa Nageri.

“Ini akan kita panggil (Kades Nageri) untuk dimintai klarifikasi atas tuntutan warga. Juga tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan khusus,” tegas Kamperas.  (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *