5 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Intan Kota Banjarbaru

oleh -1.085 Kali Dibaca
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tertimbun longsor di area penambangan intan di Desa Sei Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Evakuasi, pencarian, dan penyelamatan tujuh korban longsor di lokasi penambangan intan di Desa Sei Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa 9 April 2019, dinyatakan selesai dan ditutup. Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, SKPD, Tagana, PMI, relawan, dan masyarakat telah berhasil menemukan semua korban longsor yang terjadi Senin, 8 April 2019, pukul 14. 48 WITA.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, korban meninggal dalam kejadian longsor 5 orang, dan 2 orang diselamatkan dalam kondisi luka-luka.

“Dari 7 korban yang tertimbun longsor, 5 orang meninggal dunia, dan 2 orang dalam kondisi luka-luka. Jenazah telah diserahkan pada pihak keluarga,” ujar Sutopo, Selasa 8 April 2019.

Kejadian longsor di pendulangan intan tradisional Desa Sei Pumpung, disebabkan kondisi tanah yang labil dengan material tanah bercampur pasir dan kerikil basah, akibat hujan yang turun sejak pagi hari.

Baca Berita:

Bupati Karo Apresiasi PT WEP Perbaiki Jalan Sepanjang 8,2 Km

Pemkab Karo Gelar Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Desa 2019

“Saat kejadian ada 7 pendulang yang sedang mencari intan, dilakukan secara rutin karena matapencaharian mereka adalah pendulang intan. Dua orang ada di atas sedangkan 5 orang berada di bawah. Tiba-tiba terjadi longsor yang menimbun mereka. Dua orang berhasil diselamatkan ( Ardi dan Ipul), karena berada di bagian atas. Sedangkan 5 orang yang berada di bagian bawah meninggal karena tertimbun material longsor di kedalaman sekitar 15 meter,” kata Sutopo.

Semua korban adalah warga Kecamatan Cempaka, atau warga sekitar lokasi tambang.

Evakuasi korban dapat dilakukan secara cepat, sejak kejadian hingga Selasa 9 April 2019 pukul 4.30 WITA.

Pencarian dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat dibawa di lokasi karena kondisi medan tidak memungkinan. Tim SAR gabungan didukung oleh lampu penerangan, mesin genset, pompa, dan dapur umum.

“Kendala evakuasi adalah hujan dan angin kencang dan medan berlumpur,” tutur Sutopo.

Longsor di area pendulangan intan tradisional di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, bukan hal yang baru.

“Sudah sering terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Tingginya risiko longsor di area pendulangan intan ini disebabkan cara menambang intan. Tentu ini perlu segera diatasi agar tidak terjadi longsor dan korban lagi. Pemerintah Kota Banjarbaru harus mengkaji dan melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk didalamnya kebijakan pembangunan di daerah ini. Pemkot Banjarbaru merencanakan menjadikan kawasan Desa Sei Pumpung, sebagai lokasi wisata, namun kendalanya lahan tersebut adalah milik masyarakat dan belum bisa dibebaskan,” imbuh Sutopo. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *