RIENEWS.COM – Pasca gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, meletus pada Senin, 31 Agustus 2026, dengan ketinggian hingga tiga kilometer dari puncak gunung, ratusan warga mengungsi.
Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Selasa, 1 September 2026, aktivitas Gunung Sinabung masih mengalami peningkatan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, kondisi tersebut berdampak pada masyarakat di sekitar kawasan gunung api.
“Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, saat ini telah mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran,” kata Berton.
Berdasarkan pendataan sementara dampak gunung Sinabung meletus, sebanyak sekitar 211 keluarga atau 615 jiwa warga Desa Kuta Tengah berada di lokasi pengungsian. Sementara itu, warga Desa Payung, Kecamatan Payung, masih bertahan di rumah masing-masing dengan tetap bersiaga. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memantau kondisi masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.
Peningkatan aktivitas tersebut menyusul erupsi Gunung Sinabung pada Senin, 31 Agustus 2026, pukul 12.00 WIB. Erupsi menghasilkan kolom erupsi sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.
Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik sehingga tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.
Erupsi tersebut merupakan erupsi awal dan masih terdapat kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung.






