Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’

Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas di Jalan Sudirman Nomor 52, Kota Yogyakarta, Senin, 2 November 2026. Foto Istimewa.
Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas di Jalan Sudirman Nomor 52, Kota Yogyakarta, Senin, 2 November 2026. Foto Istimewa.

RIENEWS.COM – Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas di Jalan Sudirman Nomor 52, Kota Yogyakarta, Senin, 2 November 2026, sore. Acara ini bagian dari upaya Gejayan.id melibatkan publik untuk menelusuri jejak jurnalisme di Yogyakarta, salah satunya Harian Bernas. Kantor surat kabar yang kini telah beralih rupa menjadi kafe “Kopi Nako Rumah Sangrai” itu menyimpan banyak rekam jejak jurnalisme, termasuk peralihan dari masa mesin ketik menjadi komputer.

“Ya, bangunan di barat Toko Gramedia ini memiliki kaitan historis dengan sejarah dan dinamika pers di Indonesia,” kata mantan jurnalis Bernas, Dedi H. Purwadi dalam acara tersebut.

Dedi yang bergabung di Bernas sejak 1990, itu pun menuturkan bahwa media massa tersebut merupakan surat kabar lawas kedua setelah Harian Kedaulatan Rakyat (KR) yang lahir pada 1945. Setahun kemudian, 1946, Sumanang mendirikan Harian Nasional, lalu berganti menjadi Harian Berita Nasional, sebelum kemudian menjadi Harian Bernas.

Bernas menempati gedung Kopi Nako tersebut sejak berada di bawah manajemen Kompas melalui grup Persda (Pers Daerah) Kompas pada 1990. Dedi adalah salah satu jurnalis angkatan pertama Bernas. Saat itu, bangunan kantornya masih direnovasi setelah sebelumnya menjadi Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta.

“Ruang redaksinya dulu bekas tempat parkir ambulans,” kenang Dedi.

Dalam tour yang berlangsung selama satu jam, ia mengajak peserta yang berjumlah lebih dari 25 orang untuk berkeliling ke ruangan-ruangan yang dulu menjadi aktivitas jurnalistik di Bernas. Seperti bekas ruangan rapat untuk budgeting berita yang digelar sore hari. Lalu bekas ruang redaksi tempat jurnalis-jurnalis mengetik naskah. Bahkan, Dedi melanjutkan, Bernas menjadi media cetak pertama di Yogyakarta yang menerapkan komputerisasi newsroom dengan system LAN (Local Area Network).

“Tak ada lagi reporter menulis berita (di kantor masa itu) dengan mesin ketik manual,” ungkap dia.

Kemudian bekas ruang pracetak. Dulu, ada seperangkat kamera reproduksi untuk pembuatan film plat yang akan dibawa ke percetakan di ruang itu. Ada juga kamar gelap tempat mencetak foto-foto yang dihasilkan kamera analog.

Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’.
Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’.