RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo menggelar Sosialisasi Pembinaan Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2019, meliputi Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah, yang digelar di Kantor Bupati, Senin 8 April 2019.
Bupati Karo Terkelin Brahmana dalam pembukaan sosialisasi menegaskan kegiatan yang digelar sejak Senin 8 April hingga Kamis 11 April 2019, bertujuan untuk membuat perencanaan keuangan pemerintah dalam perencanaan keuangan desa dan membuat anggaran belanja dan perencanaan desa mudah terealisasikan.
“Oleh sebab itu, peran serta kepala desa dalam pengelolaan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah harus sesuai, maksimal, dan ikuti aturan yang ada. Jika perlu koordinasikan dengan Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan TP4D sebagai pengawasan agar tidak bermasalah dikemudian hari,” tegas Terkelin Brahmana dihadapan para kepaladesa se-Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Anggota DPRD Karo Frans Dante Ginting menitikberatkan soal administrasi pengelolaan Dana Desa. Dalam kesempatan itu, Frans mengemukakan, saat melakukan reses ke daerah pemilihannya (Dapil IV), mendapatkan masuk soal administrasi pengelolaan Dana Desa.
Baca Berita:
Ini Olahraga Bagi Lansia Agar Tetap Sehat dan Bahagia
Bupati Karo Heran Kesadaran Masyarakat Soal Sampah Minim
“Kedepan untuk pengelolaan Dana Desa administrasinya lebih baik lagi, jika dikelola oleh masing-masing kepala desa. Jangan abaikan kepentingan masyarakat saat pengelolaan Dana Desa, ADD, dan bagi hasil pajak daerah. Yang terpenting jangan pula menyalahi aturan dalam pengelolaan ini,” tegas Frans.
Kepala Dinas PMD Karo, Abel Tarawai Tarigan menyatakan, dalam pengelolaan Dana Desa, ADD, dan bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah membutuhkan peran dari seluruh perangkat desa.
“Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perselisihan atau kesalahpahaman dalam pengelolaan Dana Desa maupun dana-dana yang ada di desa,” tegas Abel.
Dikatakannya, peran serta Sekretaris Desa (Sekdes) sebagai verifikasi setiap Dana Desa maupun dana-dana yang ada di desa sangat menentukan. Begitu juga kepala desa sebagai pembina, harus saling bekerja sama.
“Sebab strategi untuk membangun desa menggunakan Dana Desa dan atau dana-dana lainnya tergantung strategi kepala desa itu sendiri,” imbuh Abel.
Pembukaan sosialisasi pengelolaan Dana Desa, dirangkai dengan penyerahan secara simbolis Peraturan Bupati Karo Nomor 7 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2019, dan Peraturan Bupati Karo Nomor 8 tahun 2019 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penggunaan dan Penetapan Rincian Alokasi Dana Desa, Bagi Hasil Pajak Daerah Setiap Desa Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2019, diserahkan Bupati Karo Terkelin Brahmana kepada Camat Berastagi, Tiga Panah, Barusjahe, Kabanjahe, dan Dolat Rakyat. (Rep-01)






