Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, Warga Diungsikan

oleh -497 Kali Dibaca
Personel TNI mengevakuasi warga Kampung Winangun Lindongan II, Kecamatan Siau,Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, menyusul meningkatkan aktivitas Gunung Karangetang. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara,  mengevakuasi 17 kepala keluarga atau sekitar 50 jiwa warga Kampung Winangun Lindongan II, Kecamatan Siau ke tempat pengungsian pasca-guguran batu lava panas Gunung Karangetang, Minggu 25 Agustus 2019, pukul 17.00 WITA.

Warga penyintas bertahan di Gereja Galilea yang bertempat di Kampung Kinali, Kecamatan Siau Barat Utara.

Penyintas berjumlah 50 jiwa tersebut terdiri dari 25 perempuan dan sisanya laki-laki. Sementara ini, mereka yang mengungsi di gereja telah mendapatkan dukungan bantuan berupa matras, beras dan tripleks.

Simak Berita Aktivitas Gunung Api Indonesia Di Sini

“Bantuan diberikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui BPBD setempat. Proses evakuasi melibatkan TNI, BPBD Kabupaten Sitaro dan aparat Kecamatan Sibarut,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, Senin 26 Agustus 2019, dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Pantauan Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), pada Minggu kemarin, pukul 18.00 WITA, guguran lava dari puncak kawah utama mengarah ke Kali Sense, Kali Nanitu dan Kali Pangi lk. Lava keluar sejauh 1.000 hingga 1.500 m di Kali Sense dan Nanitu, sedangkan leleran lava ke Kali Pangi Ik sejauh 2.000 m. Pantauan visual lain, sering terjadi kepulan asap kelabu kecoklatan tipis hingga tebal, dan asap kawah putih tipis tampak dengan ketinggian hingga 25 meter.

Baca Berita:

Pemerintah Alihkan Pinjaman Pemda ke PT SMI, Terkelin: Belum Mendesak

Sempat Dianggap Gila, Mbah Sadiman Dinobatkan Jadi Sosok Inspirasi Lingkungan

Gunung Karangetang dengan ketinggian 1.784 mdpl mengalami gempa guguran dengan jumlah amplitude 3 – 6 mm dan berdurasi 53 – 60 detik. Sedangkan parameter tektonik jauh, aktivitas hari itu menunjukkan 3 kali dengan amplitude 7 – 20 mm, berdurasi 40 – 81 detik.

Melalui parameter aktivitas vulkanik, PVMBG masih menetaptkan status tingkat aktivitas Gunung Karangetang pada level III atau Siaga.

PVMBG – Badan Geologi terkait tingkat aktivitas Gunung Karangetang merekomendasikan, masyarakat dan pengunjung, wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (Red | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *