Desa Raya dan Sempajaya Raih Reward Success Story Dana Desa Kemenkeu

oleh -296 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana menerima penghargaan Success Story Pengelolaan Dana Desa dari Kementerian Keuangan untuk Desa Raya dan Desa Sempajaya, Rabu 2 Oktober 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –  Desa Raya dan Desa Sempajaya di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meraih penghargaan Success Story Pengelolaan Dana Desa dari  Kementerian Keuangan.

Penghargaan itu langsung diserahkan  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaaan (DJPb) Provinsi Sumatera Utara, Tiarta Sebayang kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana, Rabu 2 Oktober 2019, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kota Medan.

Sebelumnya, pada 10 September 2019, tim dari DJPb Kementerian Keuangan melakukan monitoring dan check and recheck pengelolaan dana desa di Desa Raya dan Desa Sempajaya. Hasilnya, kedua desa tersebut masuk nominasi terbaik dalam  pengelolaan dana desa.

Kanwil DJPb Sumatera Utara Tiarta Sebayang saat penyerahan penghargaan, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Karo dalam pengelolaan dana desa. Khususnya Desa Raya dan Desa Sempajaya yang meraih juara.

Ikuti Berita Dana Desa di Kabupaten Karo di sini

“Terpilihnya dua desa (Kabupaten Karo) di antara Pemda lain dalam  pengelolaan dana desanya. Keberhasilan ini tentunya bagian dari pada program kita untuk dapat  bersinergi meningkatkan perekonomian masyarakat menuju Sumut Bermartabat,” kata Tiarta.

Baca Berita:

Ini Alasan Bupati Karo Puji Sosok Baskami Ginting

Terkelin: Selamat Bertugas Dewan Baru

Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan, penghargaan yang diterima adalah hasil penilaian tim dari Kanwil DJPb, datang langsung ke Desa Raya dan Desa Sempajaya.

“Apa yang diraih ini merupakan kerja sama kepala desa dan masyarakatnya. Ada kepedulian pasti ada perubahan. Inilah perubahan itu, ada keberhasilan, orang lain yang menilai, bukan Pemda Karo,” tegas Terkelin.

Di kesempatan itu, Bupati Karo mengimbau bagi desa-desa yang belum maksimal dalam pengelolaan anggaran, dana desa agar lebih fokus dan mengintesifkannya.

“Lebih baik berguru kepada desa yang sudah teruji kemampuannya dari pada menuai masalah di kemudian hari akibat kurang kepedulian,” pungkas Terkelin. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *