Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.
“Ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa,” kata Presiden Prabowo di markas PBB, Senin, 22 September 2025.
Presiden Indonesia menegaskan bahwa tanggung jawab historis masyarakat internasional bukan hanya menyangkut masa depan Palestina, tetapi juga masa depan Israel dan kredibilitas PBB itu sendiri.
Menurutnya, Indonesia tetap konsisten pada solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya menuju perdamaian.
“Oleh karena itu, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian. Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” katanya.
KTT PBB yang digelar sejak 22-29 September 2025, juga akan membahas tentang pendanaan pembangunan berkelanjutan, KTT Iklim, peluncuran Dialog Global tentang Tata Kelola AI, respons global terhadap penyakit tidak menular dan kesehatan mental, serta tentang situasi Muslim Rohingya dan minoritas lainnya di Myanmar. (Rep-02)
Sumber: PBB, BPMI Setpres






