Longsor di PLTA Batang Toru, 5 Korban Ditemukan, 7 Korban Masih Dicari

oleh -100 Kali Dibaca
Proses pencarian dan evakuasi korban tanah longsor di area PLTA Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menyebutkan, dua orang korban tanah longsor di area PLTA Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kembali ditemukan.

“Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Basarnas, TNI, Polri dan SKPD terkait beserta relawan kembali menemukan dua korban tanah longsor dalam keadaan meninggal dunia, Minggu 2 Mei 2021. Dengan penemuan tersebut, maka korban bencana tanah longsor Tapanuli Selatan menjadi lima orang,” jelas Raditya, Senin 3 Mei 2021.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Tapsel, kelima korban tersebut merupakan satu anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.

“Selain kelima korban itu, masih ada lima orang anggota keluarga dan dua orang warga lainnya yang diduga masih tertimbun material longsor dan masih dalam proses pencarian,” kata Raditya.

Baca Juga:

Memorabilia Wartawan Udin di Hari Kebebasan Pers Internasional

Pencarian Korban Longsor di PLTA Batang Toru Diteruskan, 3 Orang Ditemukan Meninggal Dunia

Dalam peristiwa bencana tanah longsor yang terjadi, Kamis 29 April 2021, dilaporkan seorang warga negara asal RRT turut menjadi korban. WNA tersebut berhasil selamat dan mengalami luka-luka.

Bencana longsor dipicu curah hujan tinggi selama tiga hari, dan struktur tanah labil engakibatkan terputusnya akses jalan dari Kecamatan Marancar menuju Kecamatan Batang Toru akibat timbunan material longsor.

 Dalam rangka percepatan penanganan darurat bencana tanah longsor tersebut, Bupati Tapanuli Selatan telah menetapkan Status Tanggap Darurat bencana tanah longsor selama 14 hari terhitung mulai tanggal 30 April sampai 13 Mei 2021. Adapun SK tersebut dikeluarkan dengan nomor 362-2857-2021.

BPBD Kabupaten Tapsel telah mendirikan posko bersama tim gabungan lainnya di Kecamatan Marancar, tak jauh dari lokasi kejadian.

“Upaya pencarian dan pertolongan korban lainnya serta pembersihan jalan dari material longsoran masih terus dilakukan menggunakan alat berat dan peralatan seadanya,” jelas Raditya dalam siaran persnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *