Manfaatkan Wayang Cara PKM-M UMY Menarik Minat Anak Belajar di TPA

oleh -1.228 Kali Dibaca
Salah seorang anggota Tim PKM-M Punakawan saat memberikan pengajaran kepada anak-anak TPA menggunakan wayang Punakawan. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM – Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (PKM-M) Punakawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memanfaatkan wayang untuk menarik minat belajar anak-anak di tempat pembelajaran Al-Qur’an (TPA/TPQ) khususnya di TPA At-Taqwa yang berada di Desa ­­­­­­­Temuwuh Lor, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua PKM-M UMY, R. Muhammad Ridhwan Satira Kumara mengatakan, menyelenggarakan acara Rihlah budaya sebagai program (PKM-M) untuk TPA Masjid At Taqwa, Desa Temuwuh Lor. Rihlah budaya merupakan program meningkatkan antusiasme anak-anak TPA dengan cara memperkenalkan budaya Yogyakarta khsusnya wayang.

“Kami menemukan fenomena anak-anak mulai kehilangan pengetahuan dan penghayatan akan nilai-nilai kearifan lokal dari budaya Jawa. Menurut kami hal ini dapat kami hubungan dengan permasalahan di TPA Masjid At-Taqwa. Kami mencoba untuk meningkatkan antusiasme anak-anak dengan memperkenalkan wayang melalui program PKM-M. Maka Tim PKM-M UMY yang dibimbing oleh Sugito, SIP, MSi., ini sepakat menjadikan TPA At-Taqwa tidak hanya sebagai tempat untuk pembelajaran agama, tetapi juga tempat untuk mengenalkan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal melalui media wayang Punakawan,” ujar Ridhwan dalam siaran pers yang diterima Redaksi, Jumat 10 Mei 2019.

Program PKM-M TPA Punakawan ini didanai oleh Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2019.

Baca Berita:

Soal Bonus PT PGE Bupati Karo Temui Deputi Kemenko Maritim

Aksi Andika Bikin Histeris Keluarga Pemilik RM BPK Vichada

Ridhwan mengatakan, TPA Punakawan hadir dengan tujuan, pertama mengoptimalkan peran TPA untuk dapat meningkatkan kecerdasan spiritual anak-anak. Kedua; meningkatkan efektifitas dan daya tarik pembelajaran Al-Qur’an di TPA.  Ketiga; memperkenalkan budaya wayang kepada anak-anak TPA. Keempat; menanamkan nilai-nilai ke-Islam-an dan kearifan wayang Punakawan kepada anak-anak TPA.

Program ini sudah dilaksanakan sejak bulan Maret 2019 dan telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti pengajian motivasi bagi orang tua untuk pendidikan agama anak.

Selain itu, Tim PKM-M Punakawan UMY juga telah mengembangkan materi dan metode pengajaran TPA dalam bentuk modul pembelajaran.

“Pengajaran TPA dilaksanakan 3 kali dalam seminggu dengan menerapkan modul yang telah disusun sebelumnya. Praktik pengajaran dilakukan melalui mengaji, menghafal, menulis huruf hijaiyah, dan menggambar. Ciri khas dari metode pengajaran ini adalah pemanfaatan Punakawan untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam,” jelas Ridhwan.

Program PKM TPA Punakawan kedepannya akan melakukan training Of trainer (TOT) bagi remaja Masjid At-Taqwa dalam pengajaran TPA yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan program.

Beberapa kegiatan lainnya adalah pembentukan pojok budaya yang dilengkapi sarana permainan tradisional, buku-buku Islami, sebagai fasilitas pendukung TPA tersebut.

Acara lainnya seperti wisuda Al-Quran dan lomba antar murid TPA di Desa Temuwuh Lor juga akan dilakukan sebagai sarana apresiasi dan kompetisi. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan suasana baru dalam metode pembelajaran TPA di Yogyakarta yang kaya akan budaya. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *