Data astronomis menunjukkan bahwa kriteria tersebut telah terpenuhi untuk bulan Syawal 1447 H. Ijtimak terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Setelah ijtimak, posisi bulan terus bergerak menjauhi matahari hingga memenuhi parameter visibilitas yang disyaratkan.
Lokasi pertama yang memenuhi parameter tersebut berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT. Di lokasi ini, matahari terbenam pada pukul 18:12:15 waktu setempat atau 15:24:03 UTC. Pada saat matahari terbenam, tinggi bulan tercatat 6,49 derajat dan elongasi bulan mencapai 8 derajat, sehingga memenuhi kriteria minimal KHGT.
Parameter yang sama juga terpenuhi di Makkah, Arab Saudi. Pada 19 Maret 2026, matahari terbenam di Makkah pada pukul 18:34:04 waktu setempat atau 15:34:04 UTC. Pada saat itu tinggi bulan geosentrik mencapai +06° 09′ 09″ dan elongasi geosentrik 08° 05′ 24″. Nilai ini melampaui batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria kalender global.
Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru pada hari yang sama tercatat pukul 16:50:02 UTC. Data ini memastikan bahwa seluruh parameter dalam kriteria KHGT telah terpenuhi dalam rentang waktu yang ditetapkan.
Dengan terpenuhinya parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, maka awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
Penetapan ini berlaku secara global sesuai prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadikan seluruh dunia sebagai satu sistem kalender hijriah. (Rep-Red)
Sumber: Muhammadiyah






