Muhammadiyah dan Kalender Arab Tetapkan 1 Ramadan 1447 H 18 Februari 2026

Ilustrasi bulan Ramadan. Foto mohamed_hassan/pixabay.com.
Ilustrasi bulan Ramadan. Foto mohamed_hassan/pixabay.com.

RIENEWS.COM – Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Muhammadiyah mengklaim penetapan 1 Ramadan 1447 H ini selaras dengan Arab Saudi yang menggunakan kalender Umm Al-Qura. Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan menetapkan 1 Ramadan 1447 H melalui sidang Isbat yang dilangsungkan pada Selasa malam, 17 Februari 2026, di Hotel Borobudur, Jakarta.

“Secara de facto, pelaksanaan puasa kita kemungkinan besar akan berbarengan dengan Ummul Qura di Arab Saudi,” kata Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhamad Rofiq Muzakkir, pada Selasa, 17 Februari 2026.

Kalender Ummul Qura yang digunakan Saudi Arabia memiliki karakteristik yang unik. Berdasarkan situs resminya, Ummul Qura menggunakan prinsip bahwa asal bulan terbenam setelah matahari (moonset after sunset), maka bulan baru sudah dimulai. Tidak ada syarat ketinggian minimum tertentu.

Pada petang hari tanggal 17 Februari 2026, di Mekah, posisi bulan sudah berada di atas ufuk (positif). Artinya, menurut kriteria Ummul Qura, syarat masuknya bulan baru sudah terpenuhi. Dengan demikian, penduduk di tanah suci pun akan memulai tarawih di malam yang sama dengan warga Muhammadiyah di Indonesia.

Dijelaskan, Muhammadiyah memegang teguh hasil Kongres Internasional Penyatuan Kalender 2016 di Istanbul yang menetapkan kriteria visibilitas pada tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. Secara matematis, pada tanggal 17 Februari 2026, petang, kriteria ketat ini terpenuhi di wilayah Amerika Utara (termasuk Alaska).

“Perlu dipahami bahwa perbedaan istilah atau rujukan geografis hanyalah persoalan metodologi untuk mencapai akurasi. Muhammadiyah menyebut “Alaska” bukan untuk gaya-gayaan atau menjauhkan diri dari realitas lokal, melainkan bentuk kepatuhan pada keputusan Munas Tarjih di Pekajangan yang mengadopsi standar global,” ungkap Muzakkir.

Alasan Muhammadiyah Menetapkan Awal Ramadan

Pakar falak Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menjelaskan, alasan mengapa Muhammadiyah tetap mantap menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026.

Pertama, Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi sebagaimana tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.

Penetapan ini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai metode baru yang kini menjadi acuan resmi Muhammadiyah, menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan.

Kedua, implementasi KHGT mensyaratkan keterpaduan tiga unsur utama yang dikenal sebagai Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP). Salah satu parameter pentingnya ialah terpenuhinya posisi hilal setelah ijtimak dengan ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana saja di permukaan bumi, bukan terbatas pada wilayah tertentu.

Untuk awal Ramadan 1447 H/2026 M, parameter tersebut telah terpenuhi di Alaska, Amerika Serikat, dengan ketinggian hilal 05° 23’ 01” dan elongasi 08° 00’ 06”.