Pengakuan Nurul Penduduk di Lereng Gunung Merapi

oleh -1.785 Kali Dibaca
Letusan Gunung Merapi, Jumat 11 Mei 2018, sekitar pukul 07.32 WIB. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COMLetusan Gunung Merapi, Jumat pagi, 11 Mei 2018, mengejutkan penduduk di sekitar gunung Merapi, di Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, merupakan pemukiman di kawasan lereng Merapi.

“Ya, panik. Tapi tidak mengungsi,” ujar Nurul warga Kecamapatan Cepogo, Jumat siang.

Dia menyaksikan letusan gunung Merapi dari rumahnya. Letusan gunung Merapi disertai asap (abu vulkanik) membumbung ke angkasa. Tercatat, bumbungan abu vulkanik dari letusan gunung Merapi mencapai 5.500 meter.

KLIK: Analisis PSBA UGM Soal Letusan Gunung Merapi

“Cuaca panas sekali,” ujar Nurul.

Diungkapkan Nurul, pascaletusan gunung Merapi, sejumlah tim SAR menuju Kecamatan Selo. Menurut Nurul, kehadiran petugas SAR ke Kecamatan Selo, untuk mengantisipasi para pendaki.

Kecamatan Selo, merupakan akses masuk bagi para pendaki menuju gunung Merapi, di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

“Sejak kemarin (Kamis), banyak pendaki di Selo,” imbuhnya.

Hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi, Jumat pagi, 11 Mei 2018, menyebar ke sejumlah daerah. [Foto Ist|Rienews.com]
Letusan gunung Merapi, mengejutkan warga Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Bejo dan Mus mengaku terkejut mendengar suara gemuruh, sekitar pukul 07.55 WIB.

“Gemuruh, seperti suara mobil berat yang lewat. Tapi lantai tidak bergetar, artinya bukan gempa,” ujar keduanya.

Suara gemuruh disertai guguran abu vulkanik dari letusan gunung Merapi. Debu letusan menutupi tap rumah dan kendaraan milik warga. (Rep-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *