Warga Dusun di 2 Kecamatan Ini Diimbau Waspada Erupsi Gunung Semeru

oleh -205 Kali Dibaca
Pos pengungsian yang telah disiapkan untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengimbau warga di Desa Supiturang, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo dan Dsa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mewaspadai erupsi Gunung Semeru.

Gunung Semeru, berstatus Level II (Waspada), dengan puncak Mahameru berketinggian 3.676 mdpl, Selasa 1 Desember 2020, erupsi  dengan meluncurkan awan panas guguran yang berjarak luncur hingga 2 kilometer.

Kondisi terkini di wilayah pemukiman terdekat Gunung Semeru, warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

“Perkembangan terkini pada 2 Desember 2020, pukul 07.00 WIB, BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan warga yang sempat melakukan evakuasi telah kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan satu orang diduga hilang dan masih dalam konfirmasi petugas di lapangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Rabu 2 Desember 2020.

Baca Kumpulan Berita Erupsi Gunung Api Di Sini

BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau warga di Dusun Curah Koboan, Desa Supiturang dan Dusun Rowobaung, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Dan warga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, waspada terhadap aktivitas vulkanis Gunung Semeru.

Dalam persiapan mitigasi erupsi Gunung Semeru, BPBD Kabupaten Lumajang bersama dinas terkait, menyiapkan tempat evakuasi warga.

Baca Berita:

Jumlah Pengungsi Erupsi Gunung Ili Lewotolok Bertambah, Hari Ini Doni Monardo ke Lembata

Munas IV HMKI, Bupati Karo Ingatkan 3 ‘Penyakit’ Orang Karo Harus Dihilangkan

“Tempat yang disiapkan antara lain lapangan di Dusun Kamar Kajang, berupa tenda keluarga dua unit, lapangan di Desa Supiturang, SDN 4 Supiturang, SDN Sumberwuluh, halaman di sekitar pos pantau Gunung Sawur dan pos komando di balai Desa Supiturang. Di samping tempat, Palang Merah Indonesai (PMI) dan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang membantu pelayanan dapur umur, termasuk penyediaan air bersih,” imbuh Raditya.

Kerugian Materiil

Pasca erupsi Gunung Semeru, Selasa kemarin, BPBD Kabupaten Lumajang mencatat sejumlah kerugian materiil  berupa alat deteksi di wilayah Sawur, aset penambangan warga termasuk alat berat dan kendaraan, ternak, area kebun dan sawah, infrastruktur pipa dan tempat usaha warga.

Kondisi terakhir sekitar Gunung Semeru,  Rabu 2 Desember 2020, hingga pukul  06.00 WIB, gunung terlihat jelas dan asap kawah tidak teramati. Awan panas guguran teramati dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah tenggara. Parameter aktivitas lainnya yaitu tremor 2 kali dengan durasi berkisar 1.798 hingga 2.400 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 kilometer dan wilayah sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas. Warga juga diminta untuk mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *