1.115 Warga Lereng Gunung Merapi Masih Mengungsi

oleh -123 Kali Dibaca
Letusan Gunung Merapi, Jumat 11 Mei 2018, sekitar pukul 07.32 WIB. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,  Raditya Jati menyatakan sebanyak 1.115 warga lereng Gunung Merapi, hingga kini masih mengungsi.

“Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor lebih dari 1.000 warga lereng Gunung Merapi masih mengungsi di beberapa titik pengungsian. Data per Senin (4/1), pukul 22.00 WIB, warga yang mengungsi tersebar di empat kabupaten yaitu, Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten,” tulis Raditya dalam siaran pers, yang dilansir dari laman bnpb.go.id, Selasa 5 Januari 2021.

Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.115 warga mengungsi di 7 pos pengungsian. Pengungsian terbesar di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah 324 jiwa. Pengungsi terkonsentrasi di 1 titik dengan rincian dewasa 137 jiwa, lanjut usia 71, anak-anak 61, ibu menyusui 16, bayi 16, disabilitas 15, balita 5 dan ibu hamil 3 orang.

Baca Berita:

Pemerintah Jamin Data 181,5 Juta Orang Penerima Vaksin Covid-19 Aman

Terjadi Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi, Teramati Guguran Lava Pijar

Terkait penanganan darurat warg yang mengungsi, Pemeirntah Kabupaten Sleman menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana, terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Januari 2021. Penetapan tersebut tertuang pada surat keputusan kepala daerah Nomor 94.98/Kep.KDH/A/2020 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana.

Berdasarkan analisis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), wilayah yang direkomendasikan untuk evakuasi untuk Kabupaten Sleman, yaitu Kecamatan Cangkringan dengan 3 desa, Desa Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo.

Sementara itu, kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah warga penyintas tertinggi berada di Kabupaten Klaten, 297 jiwa, sedangkan di Kabupaten Magelang 279 jiwa dan Boyolali 215 jiwa.

Warga yang mengungsi di Kabupaten Klaten, Magelang dan Boyolali tersebar di masing-masing 2 titik. Pemerintah kabupaten di wilayah terdampak juga telah memperpanjang status tanggap darurat dengan waktu berbeda.

Pemkab Klaten menetapkan status tanggap darurat pada 1 hingga 14 Januari 2021, Magelang pada 1 hingga 15 Januari 2021 dan Boyolali 1 Januari hingga 31 Januari 2021.

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah masih berstatus level III atau Siaga. Status tersebut ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak 5 November 2020, pukul 12.00 WIB.

Gunung Merapi dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mengalami erupsi tidak menerus. Berdasarkan data PVMBG, letusan terakhir terjadi pada 21 Juni 2020 dengan tinggi kolom erupsi 6.000 meter di atas puncak. Warna kolom abu teramati kelabu.

PVMBG juga telah mengidentifikasi prakiraan wilayah-wilayah berbahaya di wilayah Provinsi Jawa Tengah, antara lain Kabupaten Magelang dengan detail lokasi di Kecamatan Dukun, Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar), Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono) dan Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2).

Sedangkan di Kabupaten Boyolali, di Kecamatan Selo, Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang), Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur) dan Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi).

Wilayah Kabupaten Klaten di Kecamatan Kemalang mencakup Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur), Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles) dan Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang).

BNPB terus memonitor penanganan darurat di keempat kabupaten yang berada di DIY dan Provinsi Jawa Tengah ini. Di samping itu, BNPB telah membantu Pemkab terdampak dengan bantuan logistik, seperti masker, lampu portable, hand sanitizer, mesin antigen, dan dana siap pakai.

Terkait dengan aktivitas vulkanik, BPPTKG menginformasikan adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi, berupa guguran lava pijar pada Senin 4 Januari 2021, pukul 19.52 WIB. Lava pijar tersebut terpantau jelas melalui kamera di sebelah barat daya Gunung Merapi dan kamera pemindai panas di stasiun Panguk. (Red)

Sumber : bnpb.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *