RIENEWS.COM – R. E. Foundation bersama delapan kabupaten sekawasan Danau Toba kini menggagas Rencana Implementasi Master Plan Pengembangan Agropolitan di kawasan Danau Toba. Gagasan Agropolitan ini melibatkan depalan kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yakni Kabupaten Karo, Dairi, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, dan Kabupaten Samosir.
Hal itu disampaikan R. E. Nainggolan dalam pembahasan rencana Agropolitan yang dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjar Nahor, Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga,Wakil Bupati Tobasa Hulman Siagian, Sekda Dairi Sebastianus Tinambunan, Bappedasu Imran, Bappeda Pakpak Bharat Jalan Berutu, Bappeda Samosir James Silaban, dan Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi.
Dalam rapat yang digelar di Kantor Jurnal Pemerintahan, Komplek Millenium Square, Jjalan Kapten Muslim, Medan, Kamis 5 April 2018, R.E. Nainggolan mengemukakan dua hal.
KLIK: 4.000 Umat Kristiani Akan Hadiri Paskah Oikoumene 29 April 2018
“Yaitu paparan tentang usul proyek, kegiatan pengembangan Agropolitan pada delapan kabupaten untuk Tahun Anggaran 2018 hingga 2022, dan kesepakatan rencana audiensi dengan Menteri Bappenas, Menteri Pertanian, dan Menteri PDT, di Jakarta,” ujar R.E. Nainggolan saat memimpin rapat.
Dijelaskan R. E. Nainggolan, penyusunan masterplan pengembangan agropolitan Danau Toba tidak hanya mengandalkan Danau Toba sebagai objek wisata, tetapi bagaimana mengembangkan lahan pertanian secara modern supaya petani tidak di anak tirikan.
“Strategi pengembangan kawasan agropolitan melalui OPOP (One place one produk). Konsep pengembangan harus mampu membangun dan mengembangkan mulai dari industri perbenihan sampai industri pengolahan, dan diharapkan daerah bisa membuat tiga komoditi skala perioritas, dan bagaimana pengembangan jaringan kerja sama antardaerah pengelolaan kawasan agropolitan,” imbuh R. E. Nainggolan.
Mendengar paparan R. E. Foundation, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyebutkan, apa yang dilakukan R. E. Nainggolan sekarang ini, peduli terhadap kabupaten sekitar kawasan Danau Toba.
“Program -program yang direncanakan, Pemkab Karo sangat mendukung kebijakan tersebut. Pasalnya, akan membantu Kabupaten Karo, baik dalam sektor pariwisata, pertanian, dan infrastruktur. Semuanya jelas akan berdampak positif dalam perkembangan ekonomi. Jika kegiatan pengembangan Agropolitan akan nyata, proyek besar akan tersedot anggarannya dari pusat, dan mengalir ke delapan kabupaten kawasan Danau Toba,” ujar Bupati Karo.
Terkelin Brahmana melanjutkan, dengan bergulirnya dana anggaran dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan agropolitan. “Sudah pasti Kabupaten Karo akan mencicipi kue pembangunan, begitu juga kabupaten lainnya. Nah, ini yang kita kejar terus dalam rapat, di mana rencana ke Bappenas di Jakarta sesuai kesepakatan bersama akan dilakukan pada 12 April 2018. Semoga, Kabupaten Karo tidak ketinggalan saat tiba anggaran Pemerintah Pusat dikucurkan kepada delapan kabupaten sekawasan Danau Toba nanti,” pungkas Terkelin Brahmana. (Bay)






