Kabar Duka dari Makassar Jelang Lebaran, 13 Orang Meninggal, 8 Masih Hilang

Petugas sedang mengevakuasi korban meninggal akibat kapal penumpang karam di perairan Pulau Barrang Lompo, Sulawesi Selatan, Rabu 13 Juni 2018. [Foto BNPB | Rienews.com]

RIENEWS.COMKabar duka datang dari Provinsi Sulawesi Selatan, pada H-2 Lebaran 2018. Satu unit kapal penumpang karam di perairan Pulau Barrang Lompo, Makassar, Rabu 13 Juni 2018. Sebanyak 13 penumpang meninggal, delapan orang lainnya masih belum ditemukan.

Keterangan yang diperoleh dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, sebelumnya kapal penumpang bertolak dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo.

Tim SAR (Search and Rescue) gabungan, telah mengevakuasi 13 orang meninggal. Sementara 8 korban lainnya masih belum ditemukan.

KLIK: DPP REI Dukung Percepatan Pengesahan RUU Pertanahan

Berikut nama para korban yang meninggal.  Rita (31 tahun), Asriani (6 tahun), Marani (48 tahun), Marwah (42 tahun),  Rahman (6 tahun),  Dalima (46 tahun), Nio (50 tahun ), Arsyam (1 tahun), Siti Aminah (60 tahun), Rahmawati (8 tahun), Arim (30 tahun), Rusdiana (37 tahun), dan  Suryani (35 tahun).

Sementara identitas 8 korban yang belum ditemukan, masih dalam pendataan dan pencarian.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Dicky Sondani mengatakan, upaya pencarian akan dilanjutkan esok (Kamis) hari.

“Pencarian korban untuk sementara dihentikan dan besok akan dilanjutkan kembali untuk mencari sisanya,” tegas Kombes Dicky Sondani.

Mengenai jumlah penumpang, disebutkan Dicky, berdasarkan hasil pendataan oleh tim SAR lebih dari 40 orang.

Data itu, sebut Dicky, masih harus diklarifikasi ulang karena tidak adanya data lengkap seperti manifes.

“Yang membedakan itu kalau ada manifes bisa diketahui, sementara kalau kapal penumpang tradisional seperti ini sedikit susah,” pungkas Dicky.

Korban meninggal yang telah ditemukan, dievakuasi ke Pulau Barrang Lompo dan sekitar Pelabuhan  Paotere. (Red)