Kepala LLDIKTI V Yogyakarta Sebut Jumlah Guru Besar Masih Tergolong Kecil

oleh -172 Kali Dibaca
Ilustrasi

RIENEWS.COM – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Prof. Dr. Didi Achjari,S.E.,M.Com.,Ak.,CA., menyatakan jumlah guru besar di Indonesia masih tergolong kecil.

Di LLDIKTI V Yogyakarta, kata Didi, dari sekitar 7.000 dosen, jumlah guru besar saat ini totalnya 109.

“Guru besar di Indonesia jumlahnya tergolong masih sangat kecil. Jika di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V saat ini total 109 guru besar dari total sekitar 7.000 dosen. Angka ini masih sangat kecil yang jumlahnya. Jika dipresentasekan tidak ada 10 persen,” ujarnya.

Hal ini disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Didi saat penyerahan SK Guru Besar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin 14 Desember 2020, di Gedung AR Fakhruddin A UMY.

UMY kini menambah seorang guru besar; Prof. Dr. Ir. Sukamta,MT,IPM., dari Program Studi Teknik Mesin.

Baca Berita:

Waspadai Bencana Hidrometeorologi di Awal Tahun 2021

Perbaikan Jalur Sungai Cegah Banjir di Kota Medan dan Deli Serdang

Mengingat masih kecilnya jumlah guru besar, Prof. Didi menyebutkan LLDIKTI V Yogyakarta mendorong guru besar di suatu perguruan tinggi meningkatkan mutu pendidikan kepada mahasiswa, dan mendorong para dosen melakukan penelitian yang berkualitas.

“Sehingga dapat membawa iklim akademik yang lebih baik, semakin banyaknya guru besar di suatu perguruan tinggi maka harapannya adalah akan makin meningkatkan kualitas pendidikan tinggi,” ujarnya.

Didi berharap dengan diserahkannya SK Guru Besar kepada Prof. Ir. Sukamta, MT.,IPM., menjadi motivasi bagi dosen dalam meningkatkan jenjang karir fungsional.

”Dengan diserahkannya SK Guru Besar kepada Prof. Sukamta ini, harapannya memberikan berkah bagi UMY dan semakin menguatkan iklim penelitian dan meningkatkan mutu pendidikan  di UMY serta memacu dan mendorong motivasi bagi dosen-dosen untuk meningkatkan jenjang karir fungsional menjadi seorang guru besar,” pungkasnya.

UMY dengan rencana strategis tahun 2020-2025; menuju research university, terus mendorong iklim pendidikan yang berkualitas oleh sivitas akademika, khususnya dengan menambah jumlah guru besar.

Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto,MP., IPM., penambahan guru besar di UMY menjadi semangat bagi sivitas akademika, khususunya bagi para dosen.

“Adanya penambahan guru besar di UMY ini sebagai semangat bagi sivitas akademika, khususunya bagi para dosen. Selain itu juga terima kasih kepada para dosen yang mau berjuang dalam menyambut program-program pada peningkatan jabatan fungsional yang telah diadakan di UMY,” jelasnya.

Bertambahnya satu guru besar di UMY menjadi langkah awal kepada para dosen UMY yang sedang dipersiapkan menjadi guru besar.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal kepada para dosen UMY yang sedang dipersiapkan untuk diajukan menuju jenjang karir fungsional, yaitu menjadi guru besar. Sehingga dengan bertambahnya guru besar di UMY ini, dapat meningkatkan kualitas mutu perguruan tinggi khususnya di UMY,” imbuh Gunawan. (Red | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *