KPK Ungkap Korupsi Wali Kota Medan, Terima Setoran dan Lawatan Bersama Keluarga

oleh -264 Pembaca
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka korupsi. Selain Eldin, lembaga antirasuah itu juga menetapkan Kepala Dinas PU Kota Medan Isa Ansyari dan Kasubag Protokol Syamsul Fitri Siregar sebagai tersangka.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan KPK, Dzulmi Eldin diduga menerima sejumlah uang setoran dari kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Selain itu, KPK juga mengungkap dugaan Dzulmi Eldin memerintahkan Syamsul mencari dana guna menutupi biaya perjalanan dinas ke Jepang yang turut diikuti keluarga Dzulmi Eldin.

“Keluarga TDE (Tengku Dzulmi Eldin) bahkan memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama 3 hari di luar waktu perjalanan dinas. Di masa perpanjangan tersebut, keluarga TDE didampingi oleh Kasubbag Protokol Pemerintah Kota Medan yaitu SFI (Syamsul Fitri Siregar),” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu malam, 16 Oktober 2019.

Baca Berita Sebelumnya: Dzulmi Eldin Ditangkap, OTT KPK di Medan Diwarnai Aksi “Fast & Furious”

Menurut Saut, akibat ikut sertanya pihak yang tidak berkepentingan itu, terdapat pengeluaran perjalanan dinas Wali Kota yang tak dapat dipertanggungjawabkan dan tak bisa dibayar dengan APBD.

Pihak travel yang menangani perjalanan itu kemudian menagih bayaran kepada Eldin.

“TDE kemudian bertemu dengan SFI dan memerintahkannya untuk mencari dana dan menutupi ekses dana non-budget perjalanan ke Jepang tersebut dengan nilai sekitar Rp800 juta,” ucap Saut, dikutip dari detik.com.

Atas perintah itu, Syamsul menghubungi ajudan Eldin untuk membuat daftar kepala dinas yang akan dimintai ‘kutipan’, termasuk kadis yang ikut ke Jepang. Isa Ansyari sendiri tak ikut ke Jepang tapi tetap dimintai karena diangkat sebagai kepala dinas.

Baca Berita:

Pembangunan Pelabuhan Tongging Resmi Dimulai, Bupati: Ini Wujud Mimpi

Ini Data Terbaru Korban dan Penanganan Gempa Ambon

Saut mengatakan, Eldin dan Syamsul diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut diduga berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai kepala dinas oleh Dzulmi Eldin.

“IAN (Isa Ansyari) memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Pada tanggal 18 September 2019, IAN juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada TDE (Dzulmi),” kata Saut, dikutip dari Liputan6.com.

Pada tanggal 15 Oktober 2019, Isa memberikan uang Rp200 juta melalui kerabat Syamsul. Sementara Rp 50 juta diberikan Isa secara tunai di rumahnya melalui staf protokoler wali kota bernama Andika yang kini dalam pengejaran KPK.

Terbongkarnya kasus dugaan korupsi Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, setelah KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa malam, 15 Oktober 2019. Dalam OTT itu, KPK menyita uang sebesar Rp200 juta. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *