Pengabdian Tanpa Batas Untuk Sutopo

oleh -1.258 Kali Dibaca
Ketua Dewan Pertimbangan IJTI Imam Wahyudi menyerahkan penghargaan "Pengabdian Tanpa Batas" untuk almarhum Sutopo Purwo Nugroho kepada keluarganya, disaksikan Kepala BNPB Doni Monardo, di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis 11 Juli 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) memberikan penghargaan “Pengabdian Tanpa Batas” untuk (alm) Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (Pusdatin Humas BNPB). Penyerahan awards disaksikan Kepala BNPB Doni Monardo, Kamis 11 Juli 2019, di Boyolali

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Dewan Pertimbangan IJTI Imam Wahyudi bersama Kalaks BPBD Boyolali kepada keluarga almarhum di rumah orangtuanya, Kampung Surodadi, Desa Siswodipuran, Boyolali Kota, Jawa Tengah, Kamis 11 Juli 2019.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan terakhir kepada almarhum karena selama hidupnya telah banyak membantu para jurnalis televisi dalam memberikan informasi kebencanaan.

Mas Topo, demikian panggilan akrab Sutopo oleh rekan jurnalis, dinilai menjadi sosok yang memberi inspirasi dan spirit.

“Mas Topo mengajarkan kepada kami bahwa hidup itu harus berarti. Hidup adalah tugas, demi kehormatan manusia. Kami yakin Mas Topo akan menjadi ahli Surga. Maka dari itu, ijinkan kami untuk terus menggunakan spirit ini,” kata Imam dari IJTI.

Baca Berita Tentang Sutopo Di Sini

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo menambahkan bahwa Sutopo tidak hanya soal pengabdian, tapi lebih dari itu.

“Sutopo adalah legenda, tidak cuma bagi BNPB, tapi sudah milik Indonesia bahkan telah diakui dunia. Pak Topo bekerja tak kenal waktu, tak kenal lelah. Kita butuh sosok seperti Pak Topo bukan hanya soal bencana tapi juga pengabdian yang memiliki nilai kemanusiaan. Pak Topo telah menjadi legenda,” ungkap Doni.

Baca Berita:

Bupati Dukung Atlet Taekwondo Karo di Kejuaraan Malaysia 2019

Seorang Warga Terseret Lahar Dingin Gunung Sinabung

Sosok Sutopo adalah pejuang kemanusiaan dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas, profesional, dan berprestasi. BNPB sangat merasa kehilangan dan kesulitan untuk mencari pengganti Sutopo. Doni juga berharap semoga akan lahir ‘Sutopo-Sutopo’ selanjutnya di zaman yang semakin maju.

“BNPB merasa sangat kehilangan. Dan tentunya kami juga masih kesulitan untuk mencari pengganti Pak Topo. Tapi kami yakin, pasti ada ‘Sutopo-Sutopo’ selanjutnya,” tambah Doni.

Selain penghargaan, IJTI juga memberikan kenang-kenangan berupa karikatur Sutopo Purwo Nugroho yang nantinya akan diperbanyak dan dipasang di setiap kantor televisi di seluruh Indonesia.

Hal itu diharapakan menjadi pengingat, penyemangat kinerja dan spirit para pemberi kabar bencana yang berdedikasi kepada negeri.

Ayah almarhum, Suharsono mengaku bangga anaknya masih menerima penghargaan dari berbagai pihak. Selama ini, dalam mendidik anak, dirinya selalu berpuasa untuk setiap hari lahir almarhum, dan sangat ketat dalam pendidikan. Sehingga almarhum bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.

Akhir 2017, Sutopo Purwo Nugroho divonis menderita kanker paru-paru stadium 4b. Meski menderita sakit serius, Sutopo tak berhenti bekerja dan memberikan informasi bencana kepada para jurnalis.

Sutopo wafat pada Minggu 7 Juli 2019, sekitar pukul 02.20 waktu Guangzhou atau sekitar pukul 01.20 WIB, di Rumah Sakit St. Stamford Modern Cancer  Hospital, Guangzhou, Tiongkok. (Rep-02 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *