10 Bulan Diburon, Polisi Berhasil Bekuk Paham Perangin-angin

oleh -454 Kali Dibaca
DPO dalam kasus pembunuhan, Paham Perangin-angin (dua kiri) di Mapolres Tanah Karo. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Karo akhinya berhasil meringkus buronan kasus pembunuhan. Tersangka Paham Perangin-angin (52 tahun), sejak September 2019, menjadi buronan polisi dalam kasus tewasnya Batas Karo-Karo (52 tahun).

Korban tewas dalam aksi bentrok yang terjadi antara warga Dusun Rambah Galonggong, Desa Mbal Mbal Petarum, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan belasan pria yang ditengarai penggarap dari Kabupaten Langkat, yang melakukan pematokan di lahan kawasan penjalangan (pengembalaan) hewan, Desa Mbal Mbal Petarum.

Akibat bentrokan ini, seorang warga meninggal dunia, satu orang menderita luka. Kepolisian saat itu, berhasil mengamankan 12 pria disebut penggarap.

Berita Terkait: Bentrok dengan Penggarap “Langkat”, Satu Warga Rambah Galonggong Tewas

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Karo AKP Sastrawan Tarigan membenarkan pihaknya telah menangkap Paham Perangin-angin dari wilayah Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.

“Pelaku Paham Perangin-angin warga Lawe Beringin Horas, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, diamankan sehari sebelumnya di Pasar Mingguan, Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulusalam,” ujar AKP Sastrawan Tarigan, Selasa 21 Juli 2020.

Baca Berita: 

Wisata Karo Kembali Dibuka, Bupati Karo Tegaskan Protokol Kesehatan Harus Diterapkan

Ini Tiga Faktor Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Utara

Dikatakanya, sejak September 2019, Paham Perangin-angin masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Tanah Karo.

“Pelaku hamoir satu tahun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” katanya.

Penangkapan terhadap Paham Perangin-angin, dilakukan Satres Polres Tanah Karo bekerjasama dengan Polsek Simpang Kiri, jajaran Polres Subulussalam.

AKP Sastrawan menegaskan, Paham Perangin-angin menjadi tersangka dalam kasus melakukan tindak pidana pembunuhan, atau secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain yang menyebabkan meninggal.

“Tersangka dikenakan Pasal 338 subsider Pasal 170 ayat (2) ke 3E junto Pasal 55, 56 KUHPidana,” pungkas AKP Sastrawan Tarigan. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *