10 Gubernur Komitmen Penguatan Budaya Masyarakat Tangguh Bencana

oleh -967 Kali Dibaca
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala BNPB Doni Monardo,Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kegiatan 10 Kepala Daerah di tingkat provinsi dan daerah istimewa berkomitmen untuk penguatan budaya masyarakat tangguh bencana,Rabu 27 Maret 2019, di Bandung, Jawa Barat. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bersama dengan 10 gubernur berkomitmen untuk penguatan budaya masyarakat tangguh bencana. Komitmen bersama tersebut berlangsung pada Rabu 27 Maret 2019, di Bandung, Jawa Barat.

Arahan Doni di hadapan para kepala daerah harus mampu menyusun rencana jangka panjang karena peristiwa alam akan berulang.

“Kita tidak boleh egois, pikirkan juga untuk generasi yang akan datang,” ujar Doni pada kegiatan bertema Kerja Sama Daerah Dalam Rangka Peningkatan Kesiapsiagaan Daerah Guna Menghadapi Ancaman Bencana.

Melalui penguatan budaya ini, kata Doni, pengetahuan budaya, kearifan lokal mampu terus hidup di dalam masyarakat sehingga sejak dini, anak-anak mendapatkan pemahaman terkait potensi ancaman di sekitar.

Kesepuluh pemerintah daerah yang berkomitmen dalam penguatan budaya masyarakat tangguh bencana adalah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Berita:

PDAM Tirta Malem Gelar Layanan Gratis Air Bersih

Bupati Karo Bersama Ketua TP PKK Hadiri Rakor Desa Percontohan

Kesepuluh wilayah provinsi merupakan anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang teridentifikasi sebagai wilayah rawan bencana. Kondisi ini mendorong masyarakat di setiap wilayah tadi untuk mengantisipasi ancaman bahaya, dan apabila terjadi bencana dapat segera pulih menuju kondisi normal. Tujuan akhir dari komitmen bersama ini yaitu masyarakat tangguh bencana.

Penguatan budaya ini akan berbasis kearifan lokal serta budaya gotong-royong dan tolong menolong. Di samping itu, komitmen tadi juga menyasar beberapa komponen seperti edukasi, sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana. Perbaikan ekosistem kawasan rawan dan rentan bencana. Perencanaan pembangunan berbasis mitigasi bencana. Ketangguhan bencana pada infrastruktur vital,  skema pembiayaan kebencanaan, pemenuhan kebutuhan darurat korban bencana, dan bidang lain yang disepakati bersama.

Salah satu poin komitmen yang sangat positif bagaimana upaya pemerintah daerah untuk membantu daerah lain yang terdampak bencana. Sebetulnya hal ini sudah dipraktikkan sebelumnya seperti kejadian bencana gempa di Nusa Tenggara Barat atau gempa dan tsunami Sulawesi Tengah dan bencana lain.

Sementara itu, data bencana Tahun 2018 menunjukkan bahwa sebaran jumlah kejadian bencana per provinsi terjadi di Pulau Jawa, antara lain Jawa Tengah 582 kejadian, Jawa Timur 448, dan Jawa Barat 339. Secara tren kejadian bencana, Data BNPB tahun 2018 mencatat kecenderungan naik dalam pada periode 2003 hingga 2018. Kejadian bencana pada 2018 berjumlah 2.572 dengan jumlah korban meninggal dunia 4.814 jwa. (Rep-02 | Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *