4 Jam Diguyur Hujan, Lebak Banjir dengan Ketinggian Air Semeter

oleh -111 Kali Dibaca
Warga terdampak banjir di Kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, mengungsi di rumah ibadah. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Empat jam diguyur hujan dengan intensitas tinggi, pada Senin malam, 13 September 2021, dua kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengalami banjir. Ketinggian air dilaporkan hingga mencapai satu meter.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, selain durasi hujan, banjir juga disebabkan faktor drainase di pemukiman warga.

“Hujan selama empat jam serta drainase yang ada di pemukiman mengakibatkan banjir di Kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak. Ketinggian muka air tercatat sekitar 50 hingga 100 cm,” kata Muhari dalam siaran pers yang diterima jurnalis, Selasa 14 September 2021.

Berdasarkan keterangan BPBD Kabupaten Lebak, kondisi genangan air masih berpotensi naik.

“BPBD menyebutkan bahwa hujan diprediksi akan turun pada pagi ini, Selasa (14 September 2021). Catatan sementara, sebanyak 614 KK terdampak banjir yang melanda beberapa kampung di dua kecamatan tersebut. 62 warga mengungsi di tempat ibadah musola At-Taubah, Barangbang,” jelas Muhari.

Dalam penanganan dampak banjir, TRC BPBD Kabupaten Lebak mengoperasikan dua perahu fiber guna mendistribusikan bantuan logistik kepada warga yang bertahan di rumah mereka.

Baca Juga:

Musim Hujan Tiba, 9 Kabupaten di Pulau Borneo Tetapkan Status Darurat Banjir

8 Rumah Warga di Bogor Rusak Akibat Tanah Longsor, Awas Longsor Susulan

Ada pun wilayah yang terdampak banjir di Kecamatan Rangkasbitung, yaitu Kampung Barangbang, Kompleks Pendidikan, BTN Depag dan BTN Palaton (Kelurahan Muara Ciujung Timur), Cimesir (Desa Rangkasbitung Timur), Dukuh dan Sentral (Kelurahan Rangkasbitung Barat), Babakan Sepur dan Anyar (Desa Jatimulya).

Sedangkan di Kecamatan Cibadak yakni Kampung Neglasari dan Rancasema (Desa Kaduagung Timur) dan Kampung Pasir Kaloncing dan BTN Mandala (Desa Kaduagung Tengah).

BPBD Lebak turut menginformasikan pos pantau di Jembatan Keong mencatat tinggi muka air 525 cm, dengan debit air sekitar 549 m3/detik.

“Kondisi tersebut mengindikasikan status ‘Awas’,” tulis Muhari dalam keterangan resmi BNPB.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak merupakan 19 kecamatan di Kabupaten Lebak yang teridentifikasi memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Sementara prakiraan cuaca BMKG, di kedua wilayah tersebut (hari ini) masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada siang hingga sore.

9 Orang Meninggal Tahun 2020

Abdul Muhari mengungkapkan, berdasarkan data BNPB, wilayah Kabupaten Lebak, Banten, sejak 2015 – 2020 telah terjadi 29 bencana banjir.

Banjir terparah tercatat pada Januari 2020. Banjir melanda Kecamatan Sajira hingga menyebabkan kerusakan rumah warga 2.389 unit dan fasilitas umum 45 unit.

“Bencana saat itu juga mengakibatkan sembilan warga meninggal dunia dan dua lainnya hilang,” kata Muhari

Menyikapi bahaya hidrometeorologi, khususnya banjir, di musim hujan ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga.

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan di tingkat keluarga, seperti membatasi aktivitas di luar rumah, mematikan arus listrik dengan segera, menghindari saluran air atau gorong-gorong apabila berada di luar rumah serta menyiapkan tas siaga bencana.

Pada kondisi yang mengharuskan evakuasi, setiap warga perlu menerapkan protokol kesehatan selama proses penyelamatan dan di pos pengungsian untuk menghindari Covid-19. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *