7 Pendaki Singapura Terjebak Karhutla di Gunung Raung Berhasil Dievakuasi

oleh -270 Kali Dibaca
Para pendaki yang berhasil dievakuasi. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM –  Sebanyak 13 pendaki Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu pagi, 5 Oktober 2019, berhasil dievakuasi. Sebelumnya dilaporkan, 13 pendaki di antaranya pendaki asal negara Singapura terjebak di Gunung Raung akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ke 13 pendaki terdiri dari porter, guide serta 9 pendaki, 7 di antaranya warga Singapura. Mereka dilaporkan terjebak karhutla di Gunung Raung, sejak Jumat 4 Oktober 2019.

Berdasarkan identifikasi para pendaki yang terjebak diketahui; Widi, Sam, Sinyo Gimbal, Pak Putri, keempatnya warga Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.

Lutfi Sofian (mahasiswa) penduduk Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember,  Felisianus Jeremy warga Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Serta tujuh warga negara Singapura;  Ng Hui-Lin (perempuan, 23 tahun), Shervon Ong (perempuan, 24 tahun), Beh Ing Tsyr (perempuan, 23 tahun), Kom Jun Wei (pria, 25 tahun),  Teo Yi Xian (pria, 24 tahun), Pang Jia Hui (pria, 25 tahun), dan  Chua Ying Jie (pria, 27 tahun).

Baca Berita:

Angkutan Desa Seruduk Rumah Warga, 6 Penumpang Dilarikan ke Puskesmas

Gempa Maluku, Korban Meninggal Dunia 34 Orang, Rumah Rusak 6.184 Unit

Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Banyuwangi, BPBD Kabupaten Bondowoso, BPBD, Kabupaten Jember, Basarnas, TNI/Polri serta relawan, pada Jumat sore, 4 Oktober 2019, telah menuju lokasi kebakaran guna melakukan evakuasi terhadap pendaki, serta melakukan dropping logistik dan membuat sekat bakar.

Hingga Jumat malam, 22.00 WIB, tim SAR gabungan melakukan pemadaman dan evakuasi korban. Evakuasi para pendaki berhasil dilakukan hingga kamp 4 dan menunggu kiriman logistik.

Evakuasi para pendaki dilanjutkan Sabtu pagi. Sedangkan jalur pendakian yang sempat terbakar, telah berhasil dipadamkan tim SAR gabungan.

“Warga negara Singapura sudah berhasil dievakuasi, saat ini sudah diturunkan menggunakan roda dua dari kamp 1 menuju ke basecamp pendakian,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *