Telkom dan Thales Teken Perjanjian Kemitraan Stragetis Keamanan Digital

VP Asia Region–Thales, Nicolas Bouverot, SVP Asia and Latin America Thales, Guy Bonassi, Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya, dan Direktur Business and Enterprise Service Telkom Indonesia, FM Venusiana R, dalam acara penandatanganan Strategic Partnership Agreement antara Telkom Indonesia dengan Thales.
VP Asia Region–Thales, Nicolas Bouverot, SVP Asia and Latin America Thales, Guy Bonassi, Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya, dan Direktur Business and Enterprise Service Telkom Indonesia, FM Venusiana R, dalam acara penandatanganan Strategic Partnership Agreement antara Telkom Indonesia dengan Thales.

RIENEWS.COM – PT Telkom Indonesia dan Thales (perusahaan penyedia teknologi berskala global) menandatangani perjanjian kemitraan strategis (Strategic Partnership Agreement/SPA), layanan keamanan digital dan Kota Cerdas di Indonesia. Perjanjian SPA diteken Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya dan SVP Asia and Latin America Thales, Guy Bonassi.

Perjanjian kemitraan stragetis antara Telkom dan Thales ini difokuskan untuk memberikan solusi keamanan digital yang inovatif dan sesuai kebutuhan pasar di Indonesia, serta mengakselerasi pembangunan dan peningkatan kapabilitas Telkom di bidang Kota Cerdas.

Budi Setyawan Wijaya menyakini, kolaborasi ini adalah langkah strategis dalam berinovasi dan mendorong pertumbuhan bisnis.

“Kami sebelumnya mengenal Thales yang kuat dalam penyediaan solusi pertahanan dan militer, serta dalam teknologi satelit, termasuk Satelit Merah Putih 2 Telkom yang dikembangkan oleh Thales Alenia. Dalam beberapa waktu ini, Thales secara signifikan meningkatkan kemampuan keamanan sibernya melalui investasi dan akuisisi strategis, seperti pada Imperva dan Gemalto. Kami sangat antusias untuk memanfaatkan solusi-solusi canggih ini, yang jika dikombinasikan dengan layanan konektivitas dan digital Telkom akan dapat melayani pasar Indonesia dengan lebih baik,” kata Budi dalam siaran pers, Senin, 3 Februari 2025.

Menurutnya, perusahaan Thales memiliki pengalaman dan keberhasilan dalam penyediaan solusi kota cerdas di berbagai kota besar di dunia. Thales membantu kota-kota menghadapi tantangan urbanisasi dengan menyediakan solusi yang meningkatkan efisiensi transportasi, keselamatan, dan infrastruktur keamanan.

Dengan teknologi data mining dan analisis data, Thales mampu menawarkan solusi yang komprehensif untuk meningkatkan fungsi urban dan kualitas hidup penduduk kota.

Imperva dikenal sebagai pemimpin dalam keamanan data, menyediakan solusi yang melindungi data sensitif dari ancaman siber. Sementara itu, Gemalto adalah pemimpin global dalam identitas digital dan keamanan, menawarkan solusi yang memastikan integritas dan keamanan data di berbagai sektor.

Artikel lain

Benarkah Kurs 1 Dolar AS 8000 Rupiah, Ini Penjelasan BI

Begini Reaksi Presiden Prabowo Soal WNI Ditembak Pihak Keamanan Malaysia

Pusham UII Nilai Performa HAM Masa 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Suram

Solusi dari dua entitas Thales ini akan membantu perusahaan-perusahaan untuk mematuhi UU Perlindungan Data Pribadi.

SVP Asia and Latin America Thales, Guy Bonassi merasa terhormat menjadi bagian dari ambisi digitalisasi Telkom.

“Perjanjian Kemitraan Strategis antara kedua perusahaan ini akan membuka peluang baru untuk penyediaan solusi Kota Cerdas, menyediakan solusi perlindungan data yang kuat, dan mengamankan aset strategis secara siber di Indonesia. Kemitraan kami adalah tentang kedaulatan Indonesia, dengan tujuan membangun ekosistem digital yang inklusif, aman, dan memberdayakan perusahaan-perusahaan Indonesia. Kami menantikan kerja sama yang bermanfaat dan berkelanjutan dengan Telkom untuk tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Dalam riset Gartner tahun 2024 terkait Information Security Forecast, total pengeluaran layanan pengamanan informasi oleh pengguna akhir di dunia diproyeksikan mencapai US$ 292 miliar di tahun 2028, dengan CAGR sebesar 12.5 persen dari tahun 2023 dan 2028.

Secara spesifik, nilai pengeluaran tersebut di pasar negara-negara berkembang di Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$ 8.7 Miliar di tahun 2028, dengan CAGR sebesar 13.8 persen.

Artikel lain

Alifudin Sentil Kepala BGN Soal Makan Serangga di Program MBG

Polda Jatim Ungkap Tersangka RTH Sudah Merencanakan Mutilasi Korban

Buronan KPK Korupsi e-KTP Paulus Tannos Ditangkap di Singapura

Kolaborasi strategis antara Telkom dan Thales ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mempercepat pertumbuhan perekonomian Indonesia melalui teknologi yang dapat mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta meningkatkan daya saing bangsa dalam perekonomian digital dunia. (Rep-03)