SUMUT  

Togap Dorong Dinas PPPA-KB Sumut Bekerjasama Pemkab-Pemko dalam Program Mendidik Anak

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Togap Simangunsong berkunjung ke Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPA-KB), Selasa, 12 Agustus 2025. Foto Alexander AP Siahaan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Togap Simangunsong berkunjung ke Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPA-KB), Selasa, 12 Agustus 2025. Foto Alexander AP Siahaan.

RIENEWS.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPA-KB) Sumatera Utara (Sumut) diminta berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan program-program prioritasnya, terutama dalam program mendidik anak.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Togap Simangunsong mengapresiasi Dinas PPPA-KB Sumut yang dapat melaksanakan program-program kerjanya, walau dengan keterbatasan anggaran.

“Saya berterima kasih dan apresiasi seluruh ASN Dinas PPPA-KB yang telah melaksanakan seluruh program meski anggaran terbatas. Saya minta terus berinovasi dan tetap semangat dalam melaksanakan semua program kerja,” kata Togap saat berkunjung ke Kantor Dinas PPPA-KB  Sumut, Jalan Iskandar Muda Medan, Selasa, 12 Agustus 2025.

“Keluarga adalah pilar utama mendidik anak dan ini harus diterapkan oleh seluruh kabupaten/kota di Sumut,” katanya.

Togap juga berpesan kepada seluruh ASN PPPA-KB agar dapat mengoptimalkan seluruh pekerjaan, dengan berupaya mengikuti perkembangan zaman terutama teknologi, tetap bersinergi, menjaga kekompakan dan dapat bekerjasama.

“Jangan merasa lebih hebat dari orang lain dalam segala hal, karena kita adalah makhluk sosial yang tentunya membutuhkan orang lain. Maka dari itu perlu dipupuk kerja sama, apalagi dalam bekerja,” katanya.

Kepala Dinas PPPA-KB Sumut, Dwi Indah Purwanti mengatakan, pihaknya terus berupaya melaksanakan seluruh program dan target capaian sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Meskipun masih ada beberapa pekerjaan rumah yang belum siap untuk diselesaikan.

“Sampai akhir 2024 masih banyak kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi yakni sebanyak 837 kasus, dan ini angka yang terdata oleh kita.

Dipastikan masih banyak lagi anak mengalami kekerasan yang belum kita ketahui, dan ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi dinas untuk melakukan perlindungan dan pemenuhan hak anak ini,” katanya.

Menurut Indah, program prioritas Dinas PPPA-KB Sumut yakni fokus pada pemberdayaan perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup dan peran mereka dalam masyarakat melalui berbagai program dan pendampingan.

Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan dukungan, pelatihan, dan akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar mereka dapat mandiri dan berkontribusi lebih optimal. (Rep-01)