Lolos Penjaringan, Prof Masduki Melaju di Pemilihan Rektor UII 2026-2030

Prof Masduki, Dekan FISB UII dan Ketua PSAD UII.
Prof Masduki, Dekan FISB UII dan Ketua PSAD UII.

RIENEWS.COM – Prof Masduki yang dikenal sebagai akademisi, jurnalis dan aktivis, lolos dalam penjaringan awal seleksi pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) untuk periode 2026-2030. Masduki yang akrab disapa Mas Adink, memperoleh 84 hasil pemungutan suara penjaringan bakal calon Rektor UII yang telah dilaksanakan pada 24 Desember 2025.

Masduki bersama 12 calon Rektor UII lainnya kini berkompetisi dalam pemilihan Rektor UII menggantikan Prof Fathul Wahid, yang menulis dan membacakan sajak “Tetaplah Bodoh” di acara Kenduri dan Doa Ibu-ibu Berisik di Bundaran UGM, 22 Desember 2025.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII, Dr. Eko Riyadi mengatakan, pemilihan rektor kali ini mengusung tema “Amanah Demi UII”.

“Sebuah penegasan komitmen terhadap kepemimpinan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan demi kemajuan universitas. Proses ini menjadi momentum strategis untuk memastikan arah pengembangan UII tetap sejalan dengan nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan,” kata Eko dalam siaran pers pada Selasa, 27 Januari 2026.

Pemilihan Rektor UII dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Nomor 8 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor Universitas Islam Indonesia. Peraturan ini mempersyaratkan calon rektor adalah dosen yang berusia sekurang-kurangnya 40 tahun, memiliki gelar doktor (S-3) dengan jabatan akademik Guru Besar. Selain syarat formal tersebut, calon rektor harus seseorang yang memiliki jejaring akademik dan sosial yang luas, kemampuan manajerial yang mumpuni, serta karakter kepemimpinan yang kuat, cepat, bersih, dan solutif.

Berdasarkan persyaratan tersebut, kata Eko, panitia pemilihan mendapatkan 36 orang bakal calon untuk dijaring di seluruh fakultas. Proses penjaringan ini mendapatkan 13 bakal calon rektor terpilih, yakni Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.; Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., I.P.U.; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I.; Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si.; Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D.; Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.; dan Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si.

Eko mengatakan, tahapan selanjutnya, panitia pemilihan rektor membuka ruang partisipasi publik dengan mengajak seluruh warga UII untuk menyampaikan usulan pertanyaan kepada para bakal calon rektor terpilih. Pengujian rencana aksi ini menjadi forum strategis untuk menggali visi, rencana, serta komitmen calon terhadap arah pengembangan UII ke depan.

Sejalan dengan upaya menjaga integritas proses seleksi, Panitia Pemilihan Rektor UII juga membuka kanal penelusuran rekam jejak bakal calon rektor terpilih. Kanal ini dibuka bagi warga UII, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa serta masyarakat umum sebagai ruang partisipasi dalam menyampaikan informasi yang relevan, baik terkait prestasi maupun dugaan pelanggaran, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.