Agresi Amerika ke Iran, Prabowo Kumpulkan Mantan Presiden, Mega Absen

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

RIENEWS.COM – Aksi imperialis, Amerika Serikat dan sekutunya Israel menyerang Republik Islam Iran pada akhir Februari 2026, menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dikecam masyarakat dunia. Agresi militer yang dilancarkan Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump itu turut menewaskan ratusan murid sekolah dasar di Iran.

Sejak dilancarkannya agresi brutal oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, eskalasi keamanan global, terutama di kawasan Timur Tengah kian memanas.

Menyikapi kondis terkini global-dampak agresi Amerika ke Iran, Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan presiden, mantan wakil presiden dan mantan menteri luar negeri Indonesia, membahas kondisi terkini eskalasi dunia. Selain Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, mantan Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarno Putri tidak menghadiri undangan Prabowo pada Selasa, 3 Februari 2026, di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pertemyan itu, Presiden Prabowo membahas perkembangan situasi domestik dan global terkini termasuk dinamika yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

“Seperti yang sudah juga disampaikan, Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan situasi baik global maupun domestik selama beberapa waktu belakangan ini, termasuk juga situasi terakhir yang kita ketahui bersama sedang berkembang di Timur Tengah,” kata Sugiono.

Terkait meningkatnya eskalasi di kawasan tersebut, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipatif untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI). Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan Duta Besar Republik Indonesia di Teheran untuk menyiapkan langkah-langkah evakuasi segera bagi para WNI di wilayah tersebut.

“Perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” katanya.

Sugiono menyampaikan situasi ke depan masih dinamis dan pemerintah akan terus memantau perkembangan secara saksama.

“Tadi juga disampaikan oleh Presiden bahwa apapun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” katanya.

Ia mengungkapkan komunikasi yang telah dilakukannya dengan Menteri Luar Negeri Iran. Menurut Sugiono, dalam komunikasi tersebut, Iran telah menjelaskan posisinya, sementara Indonesia juga menegaskan sikap konsistensinya.

“Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal yang berakibat pada terjadinya eskalasi. Kemudian kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita terhadap integritas wilayah, terhadap kedaulatan wilayah satu negara. Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,” ucapnya.

Mega Sampaikan Duka Cita

Mantan Presiden Megawati turut berbelasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei atas serangan militer Amerika dan Israel. Duka cita itu disampaikan Megawati dalam surat yang dikirim kepada Pemerintah Republik Islam Iran.

“Pada kesempatan ini, saya perlu menegaskan kembali bahwa bangsa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak dan mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak yang melanggar kedaulatan negara dan membahayakan perdamaian kawasan maupun dunia,” tulis Megawati yang dibacakan Sekretaris Jenderal PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Megawati menyampaikan doa bagi almarhum Khamenei dan rakyat Iran, dan berharap rakyat Iran diberi kekuatan dan persatuan untuk melewati masa sulit.

“Semoga rakyat Iran dikaruniai kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melewati masa-masa sulit ini, serta mampu menjaga kemerdekaan, kehormatan, martabat dan kedaulatan negerinya di tengah badai sejarah yang tengah bergelora,” pungkas dia. (Rep-Has)

Sumber: BPMI Setpres