Keracunan Massal MBG Sidoarjo, Kepala BGN Sudaryono: Kelalaian Disengaja

Kasus keracunan MBG (makan bergizi gratis).
Kasus keracunan MBG (makan bergizi gratis).

RIENEWS.COM – Kejadian keracunan massal penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi alarm terhadap evaluasi program MBG. Ratusan penerima manfaat MBG di Sidoarjo pada Selasa, 1 September 2026, yakni santir Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin, mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menyikapi peristiwa keracunan MBG ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

Ia meminta penanganan terhadap korban menjadi prioritas sebelum dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

“Tentu yang penting bagaimana mereka yang terindikasi keracunan MBG tersebut cepat ditangani tim medis, untuk upaya penyelamatan dan kesembuhannya dulu,” ujar Abidin di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Menurutnya, setelah penanganan korban, Kepala BGN Sudaryono perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui akar persoalan yang menyebabkan kasus serupa kembali terjadi.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan langkah perbaikan dan pencegahan dapat dilakukan secara efektif.

“Ya tentu sanksi terhadap kasus ini perlu. Namun, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kasus keracunan MBG tidak terus terjadi,” tegasnya.

Abidin menilai BGN perlu serius membenahi pelaksanaan MBG sebagai salah satu program unggulan pemerintah. Dikatakannya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari cakupan penerima manfaat, tetapi juga dari jaminan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.

“Kami berharap kasus keracunan MBG di Sidoarjo menjadi yang terakhir. Ke depan, hal ini tidak terjadi lagi,” tandas Abidin.