EKBIS  

Pemerintah Apresiasi Program Martabe Chicken Farm Agincourt Resources

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Cecep Mochammad Yasin, menyerahkan Apresiasi Minerba 2026 kepada Direktur External Relations PT Agincourt Resources Sanny Tjan di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Cecep Mochammad Yasin, menyerahkan Apresiasi Minerba 2026 kepada Direktur External Relations PT Agincourt Resources Sanny Tjan di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

RIENEWS.COM –  PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, menerima Apresiasi Minerba 2026 Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Usaha Pertambangan Mineral dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM. Apresiasi diberikan atas program Martabe Chicken Farm, program agribisnis terintegrasi yang menghubungkan petani jagung dengan peternakan ayam petelur di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertambangan tidak cukup diukur dari besarnya produksi, volume, maupun penerimaan negara, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Apresiasi Minerba 2026 diberikan kepada perusahaan yang membuktikan komitmen pada tiga aspek penting, salah satunya program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).

“PPM ini tidak hanya dipandang sebagai suatu kewajiban atau bantuan kepada masyarakat. Pemberdayaan masyarakat harus kita canangkan sebagai salah satu investasi sosial yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan, bahkan ketika kegiatan pertambangan telah berakhir,” ujarnya.

Penghargaan diserahkan kepada PT Agincourt Resources (PTAR) saat penutupan Minerba Convex 2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026). PTAR satu dari 15 badan usaha pertambangan mineral yang menerima Apresiasi Minerba Bidang PPM setelah melalui seleksi administrasi, wawancara, dan verifikasi lapangan.

Director External Relations PT Agincourt Resources, Sanny Tjan, menyambut Apresiasi Minerba Bidang PPM sembari menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan semata milik perusahaan.

“Apresiasi ini sesungguhnya adalah pengakuan atas kerja keras para petani, peternak, dan masyarakat Tapanuli Selatan yang telah menjadi bagian dari program ini. Bagi kami, penghargaan bukan yang utama, yang lebih penting adalah bagaimana kami dapat menyiapkan MCF sebagai model kemandirian ekonomi yang tetap berjalan setelah tambang selesai beroperasi,” ujarnya usai menerima penghargaan, Selasa, 3 November 2026.

Dirancang sebagai model bisnis berbasis potensi dan kebutuhan lokal di Tapanuli Selatan, MCF mampu menjawab persoalan yang telah lama dihadapi petani lokal.

Manager Community Development PT Agincourt Resources, Rohani Simbolon, menjelaskan bahwa MCF merupakan percontohan bisnis peternakan terpadu yang dikelola secara bersinergi dan saling menguntungkan dengan sektor lain, seperti pertanian dan pengolahan limbah dalam satu kawasan dengan sistem yang utuh.

“Selama ini petani bergantung pada tengkulak dan tidak punya kepastian harga. Melalui MCF, kami membangun rantai pasok yang langsung menghubungkan petani jagung dengan peternakan sehingga kedua pihak sama-sama diuntungkan. Ini salah satu model bisnis yang kami bangun bersama masyarakat. Kelak model bisnis ini bisa direplikasi dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga penerima manfaatnya semakin luas,” katanya.