RIENEWS.COM – Hari pertama kerja di awal Tahun 2019, Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Wakil Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang mengumpulkan para kepala dinas dan kepala bagian, usai melaksanakan apel pagi, Rabu 2 Januari 2018, di halaman Kantor Bupati, Kabanjahe. Apel pagi diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Di lobi Kantor Bupati para kepala dinas dan kepala bagian tampak berkumpul. Di hadapan mereka, Terkelin menyampaikan apresiasi tingkat kehadiran ASN di hari pertama kerja di tahun 2019, mencapai 99 persen, dan mengucapkan selamat tahun baru.
Orang nomor satu di Kabupaten Karo itu menyampaikan catatan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Karo selama tahun 2018. Dikatakan Terkelin, selama 2018 banyak OPD tidak maksimal menyerap anggaran, juga ada OPD yang belum memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).
Baca Berita: Sudah 15 Korban Tewas Tertimbun Longsor Sukabumi Ditemukan
“Sebagai contoh, masih banyak OPD belum maksimal melakukan serapan anggaran,” kata Terkelin.
Dia juga mengkritik OPD yang tidak mamp merawat objek bangunan yang dikerjakan.
“Amatan saya selama tahun 2018 ada dinas (OPD) hanya mampu menganggarkan untuk membangun, tapi tidak mampu untuk memelihara. Pada hal itu objek potret wajah kita. Makanya seharusnya ayo kita peduli, ayo kita peduli,” ungkap Bupati Karo.
Hal lain yang menjadi ‘omelan’ Bupati adanya OPD tidak memahami Tupoksinya (Tugas Pokok dan Fungsi). Hal tersebut, menimbulkan dampak yang dirasakan masyarakat Tanah Karo Simalem.
Baca Juga: Hunian Pengungsi Sinabung Spot Kunjungan Wisatawan, Tapi…
“Masih ada OPD sesuai Tupoksinya belum memahami pekerjaannya. Hal kecil saja, masalah parit seputaran Berastagi masih dibiarkan, tidak dibersihkan. Akhirnya menimbulkan banjir karena tersumbat,” sebut Terkelin.
Khusus kepada Sekda Kabupaten Karo, Kamperas Terkelin Purba, Bupati memerintahkan tahun ini agar merealisasikan akses masuk gratis bagi warga Karo ke Taman Menjuah Juah.
“Tahun ini saya berharap masyarakat Karo agar digratiskan masuk. Sudah hampir 2 tahun bergulir tapi sampai akhir ini belum ada tanda-tanda gratis. Ini atensi saya, dan harapan saya ditargetkan bersamaan Hari Jadi Kabupaten Karo, bulan Maret 2019. Pengelolaan gratis masuk ke Taman Mejuah Juah sudah dapat kita deklarasikan sebagai kado masyarakat Kabupaten Karo,” tegas Terkelin.
Bupati berharap di tahun 2019 diperlukan perubahan sikap dan meningkatkan etos kerja.
“Tidak perlu saling menyalahkan. Ini perlu perubahan sikap di tahun 2019. Slogan saya di tahun ini; Ayo Peduli, Ayo Ikhlas. Dan lebih menarik jika ada saling kolaborasi, saling mengingatkan, saling bekerjasama, saling pengertian, dan saling membantu,” anjur Terkelin.
Menimpali Bupati, Wakil Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang menyarankan OPD menjadikan kegagalan di tahun 2018 sebagai cermin agar ditahun 2019 memperbaiki kinerjanya.
“Supaya di tahun ini, bagi OPD yang belum berprestasi, akhir sukses karena sudah melakukan kepedulian. Penekanan dan saran masukan yang disampaikan Bupati tadi, agar OPD menyikapinya dan mengimplemintasikannya dalam lingkup dinas masing-masing. Hal yang penting tanamkan dalam hati, harus ada komitmen, dan Ayo Peduli, Ayo Ikhlas,” imbuh Cory.
Jabatan Kosong
Sekda Kabupaten Karo, Kamperas Terkelin Purba menyatakan, masih banyak jabatan di SKPD (OPD) yang kosong, baik tingkat Eselon II, kapala bagia, dan kepala bidang. Seperti sejumlah dinas yang belum memiliki pimpinan definitif.
“Misalnya Plt Kadis Kominfo, Kadis Dukcapil. Sedangkan jabatan kosong saat ini asisten 2 Ekbang, belum lagi memasuki masa pensiun ada bulan maret yaitu , Dinas LHK Kabupaten Karo,” sebut Kamperas.
Untuk itu sesuai ketentuan mekanisme, kata Sekda, tahun ini tepat dilakukan pengisian jabatan maupun lelang jabatan.
“Sesuai aturan para OPD bagi Eselon II sudah dapat dievaluasi, itupun tergantung pimpinan. Jika diizinkan, maka akan kita lakukan Baperjakat dan menyusun konsep kerja terkait evaluasi jabatan,” imbuh Kamperas.
Sekda juga minta kepada OPD, agar bekerja maksimal tahun ini, dan berharap tidak terulang pekerjaan yang dapat dikerjakan di tahun 2018, tidak dikerjakan.
“Ini perhatian saya, sehingga serapan anggaran dapat tercapai sesuai harapan pimpinan,” pungkas Sekda. (Rep-01)






