Bandar Sabu Lepas Kurir Mendekam di Penjara

oleh -1.843 Kali Dibaca
Andes dan Ravil saat berada di ruang Narkoba Polres Tanah Karo.
Andes dan Ravil saat berada di ruang Narkoba Polres Tanah Karo.

RIENEWS.COM – Keluarga Erwin, [45], warga Jalan Lingkar, Kelurahan Laucimba, Kec. Kabanjahe Kab. Karo Sumatera Utara mempertanyakan kinerja polisi, terkesan “mengorbankan” anaknya, Ravil Adrian, [20], dalam kasus dugaan kepemilikan sabu-sabu.

Pengakuan Erwin bukan tanpa alasan, karena sampai hari ini anaknya Revil sendiri yang mendekam di penjara. Sedang sang bandar, Andes Sinulingga, [32], yang merekrut anaknya jadi kurir sabu dengan iming-iming uang, justru dilepas oleh polisi.

Bahkan yang membuat Erwin geram setelah diketahuinya ternyata Andes bebas setelah menyetor uang “pelicin” Rp 25.000.000.  Soal uang suap ini diakui sendiri oleh Andes. Bahkan sebagai bentuk pertanggung jawabannya, Andes berjanji membantu mencarikan uang untuk melepaskan Ravil.

“Kami ini orang tak mampu. Mana ada uang kami untuk mengurus si Ravil. Waktu itu Andes berjanji mengurus anakku,” kata Erwin saat ditemui Waspada Selasa 25 April 2017 di kediamannya.

Namun dua minggu pasca dilepasnya Andes tak kunjung menepati janjinya. Dia selalu berusaha menghindar dengan dalih belum memiliki uang.
Sekitar tiga hari lalu, Andes sempat memberikan uang Rp 1,5 juta, namun ditolak oleh Erwin.

“Saya tidak ngerti soal mengurus kasus seperti ini. Saya mau Andes yang bertanggungjawab, karena dia yang menjerumuskan anak saya. Tapi sampai sekarang anak saya tetap mendekam di penjara, dan berkasnya juga mau diserahkan ke Jaksa. Sementara si Andes ini bebas berkeliaran,” keluhnya.

Erwin mengaku tak terima karena hanya anaknya saja yang dikorbankan dalam kasus ini. “Saya minta keadilan, jangan mentang-mentang tak punya uang,  jadi seenaknya saja kami dibuat begini. Anak saya ini hanya korban yang tergiur dengan iming-iming uang dari Andes. Saya minta polisi bertindak adil, tegakkan hukum. Kalau anak saya ditahan, kenapa bandarnya bebas. Jangan orang miskin saja yang dikorbankan,” tegasnya.
Mirisnya lagi, Ade Suryani teman Revil yang sebelumnya ikut ditangkap juga mengaku harus menyetor uang Rp 5.000.000 oleh polisi. Hal ini dikatakan Ade langsung saat ditemui di rumahnya. Ade mengaku ikut ditangkap karena Revil menyimpan sabu milik Andes di rumahnya.

“Saat penggerebekan itu, saya tidak tau barang bukti sabu tersebut ditaruh Revil di bawah tilam rumahku. Revil ini hanya kurir yang di suruh Andes. Sabu-sabu itu semua milik Andes. Revil hanya disuruh bertugas mengantar barang itu pada pembeli. SMS Andes ke hape Revil juga banyak,” ungkao Ade.

Kasat Narkoba Polres Karo, AKP Binsar Pasaribu dikonfirmasi wartawan Rabu 26 April 2017terkait biaya 86 yang diberikan Andes dan Ade membantah tudingan seperti diutarakan nara sumber tersebut.

“Soal Andes dan Ade memang benar saya lepas karena tidak cukup bukti, dan saya lepas sesuai hasil gelar perkara. Soal uang yang saya terima itu tidak benar,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan, Ravil, Andes dan Ade tangkap pada Kamis 30 Maret 2017. Awalnya Ravil ditangkap karena mengantongi barang bukti satu paket kecil sabu. Setelah melakukan pengembangan, polisi menemukan barang bukti lain berupa delapan paket sabu yang disimpan Ravil di rumah Ade. Atas temuan barang bukti itu, Ade juga ikut diamankan.  Setelah melakukan pengembangan, polisi kembali menangkap Andes. [BAY]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *