Bencana Banjir di Jawa Barat Dipolarisasi Penebar Hoaks

Print Screen akun Twitter Sutopo Purwo Nugroho.[Foto Rienews.com]

“Intensitas hujan yang tinggi selama tiga hari ini telah mengakibatkan terjadinya banjir longsor di Kabupaten Bandung. Dampaknya 9.938 rumah tergenang, 29.814 jiwa terdampak banjir, dan 10 gedung sekolah tergenang,” kata Sutopo, Jumat kemarin.

Arus lalulintas penghubung dari Andir ke Katapang, Dayeuh Kolot ke Banjaran, Dayeuhkolot ke Ciparay dan dari Majalaya ke Rancaekek saat ini lumpuh total, tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 30 hingga 200 centimeter.

Di tempat lain, gerakan tanah atau longsor masih berlangsung di empat kecamatan di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Amblesan dan retakan tanah makin meluas pada Jumat 23 Februari 2018.

“Sebanyak 98 KK (358 jiwa) terancam longsor. Pengungsi tercatat 407 jiwa yang terdapat di tenda pengungsian, rumah saudaranya, dan gedung pertemuan desa,” ungkap Sutopo.

Kecamatan yang terancam longsor, Kecamatan Purwantoro, Desa Sumber, Dusun Sumber, dan Dusun Galih, longsor mengancam 28 KK 88 jiwa. Kecamatan Kismantoro, Desa Gedawung, Dusun Joho, mengancam 50 KK 210 jiwa.

Kecamatan Karang Tengah, Desa Temboro, Dusun Belang, mengancam 6 KK 21 jiwa. Kecamatan Manyaran, Desa Kepuhsari, Dusun Kajuman, terancam 14 KK 39 jiwa.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor. Selama Februari 2018, curah hujan di Jawa akan berintensitas tinggi. Februari 2018 adalah puncak hujan. Kondisi tanah sudah jenuh air sehingga potensi banjir dan longsor meningkat,” imbuh Sutopo. (RED)