BNPB: Meski Terus Erupsi, Gunung Bromo Tetap Aman Dikunjungi

oleh -844 Kali Dibaca
Gunung Bromo di Jawa Timur. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, meski Gunung Bromo di Jawa Timur, kini berstatus Waspada (Level II), hampir setiap hari mengalami erupsi secara fluktuatif. Namun, aktivitas vulkanik belum membahayakan.

Erupsi yang terjadi hanya menyemburkan abu vulkanik dan pasir. Bukan kerikil atau lava pijar yang disemburkan dari kawah Gunung Bromo.

“Pada Selasa 19 Maret 2019 pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 5 kali letusan. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 900-1.500 meter dari puncak kawah. Hujan abu di Pos Pengamatan Gunung Bromo. Terdengar suara gemuruh dan dentuman dari kawah,” kata Sutopo, Selasa 19 Maret 2019.

Sehari sebelumnya, Senin 18 Maret 2019 pada pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB, Gunung Bromo mengalami erupsi 28 kali letusan dengan amplituda 25 – 34 mm selama 17 – 889 detik.

Baca Berita: Jelang Berangkat ke India, Terkelin-Dosmar Sepakat Tingkatkan Ekspor Pertanian

Baca Juga: Jalan Tol Medan-Berastagi Batal, Kementerian PUPR Bangun Jalan Layang

Tremor menerus amplitudo 0,5 – 30 mm, dominan 2 mm. Tinggi kolom abu vulkanik berkisar 500 hingga 1.500 meter. Asap kawah bertekanan lemah, sedang hingga kuat. Berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal.

Sutopo mengingatkan agar masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengujung, wisatawan, pendaki agar tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

“Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo dihimbau menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari abu vulkanik,” kata Sutopo.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik. BPBD sekitar Gunung Bromo, seperti BPBD Kabupaten Malang, BPBD Pasuruan, BPBD Lumajang, dan BPBD Probolinggo melakukan langkah-langkah antisipasi jika ada peningkatan status. BPBD membagikan masker kepada pengunjung.

“Aktivitas wisata di Gunung Bromo berjalan normal. Sebaran abu vulkanik juga belum mengganggu jalur penerbangan sehingga Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, tetap beroperasi normal,” kata Sutopo.

Ditegaskan Sutopo, masyarakat tidak perlu takut dengan ada erupsi Gunung Bromo.

“Justru dapat menikmati erupsi yang tidak ditemukan di semua gunung. Di balik erupsi sesungguhnya banyak berkah yang ada. Jadi, wisata di Gunung Bromo tetap aman. Jangan takut atau khawatir dengan adanya erupsi. Bromo tetap menawan dan menyimpan penuh kenangan,” ungkap Sutopo. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *