Bunga Rafflesia Tumbuh Di Desa Terdampak Erupsi Gunung Sinabung

oleh -1.585 Kali Dibaca
Bunga Rafflesia (bunga Bangkai) ditemukan tumbuh di Desa Gunung Merlawan, Kecamatan Tiga Nderket, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. [Foto Bay|Rienews.com]

RIENEWS.COM Satu lagi lokasi wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, lahir. Kabupaten Karo dengan topografinya telah sebagai daerah destinasi di Sumatera Utara, domestik, hingga luar negeri.

Dengan iklim yang sejuk, panorama alam yang indah, Air Terjun Sipisopiso. Tak heran, Karo disebut wilayah puncaknya Sumatera Utara.

Wilayah Karo pun kini menjadi daya pikat dunia, karena Gunung Sinabung tidak berhenti erupsi. Semula, Gunung Sinabung, masuk sebagai kategori gunung api purba. Sejak alami erupsi tahun 2009, aktivtas Gunung Sinabung hingga kini tidak berhenti.

KLIK: Indonesia Alami 513 Bencana, Korban 72 Jiwa

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) mengategorikan erupsi pada 19 Februari 2018, adalah  letusan terbesar Gunung Sinabung, dengan ketinggian abu vulkanik (wedhus gembel) mencapai 5 kilometer. Kecamatan Tiga Nderket, wilayah terdampak dari letusan tersebut.

Di samping erupsi Gunung Sinabung yang masih menyelimuti warga Kabupaten Karo. Kini masyarakat di Tanah Karo Simalem, ‘dihibur’ dengan kehadiran flora endemik, juga langka.

Bunga Rafflesia atau dikenal dengan bunga Bangkai, tumbuh di Desa Gunung Merlawan, Kecamatan Tiga Nderket.

Kehadiran bunga Bangkai ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Karo, ingin menyaksikan tumbuhan langka, yang menyandang nama si petualang dunia: Thomas Stamford Raffles.

Sekretaris Desa Gunung Merlawan, Sarimin Purba mengungkapkan, Rafflesia  dengan tinggi 1 meter menarik perhatian warga yang ingin melihat langsung bunga Bangkai, menunggu mekar itu.

Sarimin menegaskan, Rafflesia sekarang tumbuh dengan tinggi 1 meter.

Sepanjang ingatan Sarimin, bunga Rafflesia diketahui tumbuh di Desa Gunung Merlawan, Sejak tahun 2013.

“Ini sudah yang kelima kalinya tumbuh di desa kami. Biasanya, bunga Bangkai yang tumbuh di desa kami bisa mencapai dua meter,” ujar Sarimin, Jumat 2 Maret 2018.

Dia mengklaim, tanaman endemik tumbuh di desa mereka lantaran kesuburan tanahnya.

“Mungkin karena di desa kami (tanah) masih subur, makanya sering dijumpai,” kata dia.

Ditegaskannya, bunga Rafflesia itu kemungkinan mekar dalam pekan ini. “ Tiga atau empat hari lagi, bunga Bangkai yang masih kuncup ini kemungkinan akan mekar,” kata Sarimin,orang pertama yang menemukan bunga Rafflesia tersebut.

Efrin Peranginangin membenarkan bunga Rafflesia pertama kali diketahui oleh Sarimin Purba.

“Saya dan Sarimin serta tiga orang lagi langsung datangi lokasi bunga tersebut. Guna melindungi mekarnya bunga yang jarang tumbuh tersebut,”kata Efrin.

Dia pun menghimbau warga agar menjaga kelestarian bunga Bangkai. “Paling tidak masyarakat tahu bunga Bangkai, tumbuh di wilayah kami,” imbuh Efrin. (Bay)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *