Bupati Karo Temui Para Pendemo di Jambur Desa

oleh -1.948 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R.Hutajulu, Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang menemui warga mendengarkan langsung aspirasi mereka, sehari sebelumnya melakukan unjukrasa. [Foto Rienews.com]

RIENEWS.COMBupati Karo Terkelin Brahmana bersama Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu beserta Sekda Kabupaten Karo Kamperas Terkelin Purba, dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Karo, Jumat 20 April 2018, menemui warga Desa Batukarang, Kecamatan Payung, merupakan korban terdampak erupsi Gunung Sinabung.

Sehari sebelumnya, Kamis 19 April 2018, warga Desa Batukarang berunjukrasa di Kantor Bupati Karo dan DPRD Karo.

Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Jambur Desa Batukarang, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan, pertemuan ini untuk mendengar langsung aspirasi warga.

Dilanjutkannya, hasil runggu ini nanti akan diketahui mana yang bisa dikerjakan oleh masyarakat, apa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab Karo.

“Tapi perlu diketahui bahwa semuanya harus sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Yang tidak bisa dikerjakan Pemkab Karo, kami akan berkoordinasi dengan provinsi hingga ke Pemerintah Pusat untuk menuntaskan segala persoalan yang ada,” kata Bupati Terkelin Brahmana.

KLIK: Dua Pekan Diburu, Rewinto Penikam Alim Dibekuk Polisi

Bupati menyatakan, pertemuan yang dilangsungkan di tempat Jambur, merupakan tempat yang sakral bagi masyarakat Karo.

“Tempat kegiatan suka dan duka, runggu (musyawarah) dan kegiatan lain yang bersifat baik. Sesuai dengan semangat kearifan lokal kita, jambur ini dimanfaatkan untuk tempat berkumpul (runggu) untuk menyelesaikan suatu persoalan secara bersama-sama, karena jambur merupakan warisan budaya bernilai tinggi dari leluhur kita,” ujar Terkelin Brahmana.

Kapolres Tanah Karo, Kapolres AKBP Benny Remus Hutajulu mengapresiasi keharmonisan dan semangat kebersamaan warga Desa Batukarang mulai dari aksi unjukrasa hingga dilakukannya runggu.

“Luar biasa kuatnya kebersamaan warga desa ini, demonya pun kemarin tertib dan betul-betul penyampaian aspirasi secara damai,” ungkap Kapolres.

Di kesempatan itu, Kapolres menegaskan bahwa isu adanya uang ratusan miliar di Kantor Bupati Karo itu adalah berita tidak benar, hoax.

“Perlu saya luruskan, bahwa ada berita tidak benar (hoax) yang berkembang di masyarakat Karo, yaitu ada uang ratusan miliar di Kantor Bupati Karo. Nah, itu tidak benar. Kami bersama Kejari Karo selalu monitor penggunaan anggaran Pemkab Karo agar tepat sasaran untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat,” tegas Kapolres.

Ditambahkannya, soal 11 tuntutan warga Desa Batukarang, mungkin ada yang bisa langsung dipenuhi ada juga yang tidak bisa. “Karena dibatasi mekanisme dan aturan. Namun demikian tentunya semuanya bisa dikoordinasikan dengan provinsi maupun ke Pemerintah Pusat,”pungkas AKBP Benny.

Ketua aksi demo sekaligus penanggungjawab,  Andareas Ginting, Polo Ginting, Ketua Karang Taruna Desa Batukarang, Dedi Hasanov Bangun, dan Ismin Bangun, menyatakana 11 poin tuntutan mereka, akibat pertanian gagal total, para orang tua tidak mampu lagi memenuhi biaya pendidikan anak.

“Untuk itu kami menuntut agar biaya anak sekolah hingga perguruan tinggi disubsidi pemerintah. Selanjutnya, bantuan pertanian, kesehatan, normalisasi jaringan irigasi yang tertimbun pasir akibat seringnya muntahan debu Sinabung. Normalisasi itu harus dilakukan secara rutin,” ujar Andreas.

Mengenai krisis air bersih, PDAM Tirtamalem sudah lama tidak beroperasi, hampir dua tahun. Karena sumber mata air  Lau Naga airnya sudah kering.

“Untuk itu, agar segera dibangun di sumber mata air yang baru. Akibat erupsi Sinabung yang berkepanjangan banyak seng atap rumah warga rusak. Beberapa tahun lalu pernah didata atap seng rumah warga yang rusak, namun hingga hari ini, satu buah seng pun tidak ada sampai ke desa ini,” ungkapnya.

Andreas menambahkan,  Desa Batukarang terdampak erupsi Gunung Sinabung.

“Tolong pak Bupati perbaikan infrastruktur jalan yang sudah rusak parah agar dianggarkan perbaikannya. Selanjutnya, perlunya pembekalan bencana secara rutin, pemeriksaan kulitas air bersih, apakah air yang sehari-hari kami gunakan masih memenuhi standar kesehatan atau tidak. Terakhir, bantuan gizi untuk lansia dan anak-anak. Semunya itu murni akibat bencana erupsi Sinabung,” kata Andreas.

Menyikapi tuntutan warga, Bupati Karo Terkelin Brahmana mempersilakan satu persatu pimpinan OPD Pemkab Karo untuk menjawab sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Warga diminta bersabar mengenai tuntutan mereka seperti usulan seng dan bantuan sosial lainnya, sudah dimasukkan di Musrenbang Provinsi Sumatera Utara dengan usulan 15 desa untuk Tahun Anggaran 2019.

Menyangkut penambahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) datanya dari Pemerintah Pusat. Namun demikian, kalau memang mau ditambahi karena dampak bencana Sinabung, sepanjang sesuai aturan diusulkan melalui pemerintahan desa.

Permintaan warga agar ada satu orang dokter di Desa Batukarang, Kepala Dinas Kesehatan dr. Irna Safirna Sembiring menyanggupinya.

“Dalam waktu dekat segera direalisasikan,” kata Irna.

Menjelang berakhirnya pertemuan,  perwakilan BPD Desa Batukarang, Temanta Bangun mengutarakan pentingnya pemekaran Desa Batukarang, mengingat desa itu sudah terlalu padat penduduknya, sekitar 1.700 KK.

Saat itu juga Bupati Karo setuju adanya usulan pemekaran, apabila sesuai dengan mekanisme.

Asisten I Pemerintahan Kabupaten Karo Suang Karokaro mengatakan, pemekaran Desa Batukarang, pada prinsipnya sudah terpenuhi panitia pemekaran, berita acara musyawarah , daftar hadir karena sesuai amanah Permendagri Nomor 1 tahun 2017   tentang Penataan Daerah, secara administrasi sudah layak. (Bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *