Bupati Karo Terjun Langsung Atasi Kondisi Jalan Jamin Ginting

oleh -1.800 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana (depan kiri) saat memimpin pembersihan tumpukan sampah dan genangan air di badan Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Berastagi, Selasa 6 Maret 2018. [Foto Ist|Rienews.com]

RIENEWS.COMBupati Karo Terkelin Brahmana, Selasa pagi, 6 Maret 2018, langsung memimpin pembersihan di Jalan Jamin Ginting di depan Hotel Suite Pakkar, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dengan mengerahkan alat berat beko, mobil grader, dan dua unit truk. Terkelin Brahmana, pagi itu sekitar pukul 08.30 WIB, memimpin pembersihan jalan di kawasan tersebut.

Malahan, Bupati Karo tersebut lebih dulu berada di lokasi, sebelum operator dan alat berat tiba di lokasi pembersihan jalan.

KLIK: Wabup Karo Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

“Sengaja saya lebih cepat datang walau pun alat berat belum datang ke lapangan. Supaya operator alat berat mengetahui keberadaan saya sudah di lapangan, segera meluncur juga,” ujar Terkelin.

Setelah alat berat dan operator tiba di lokasi, Terkelin langsung memimpin pembersihan. Bupati Karo memberikan arahan agar operator alat berat mendorong tanah dan sampah yang bertumpuk di tepi jalan, akibatnya menghambat aliran air ke parit.

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan normalisasi saluran air ini, air tidak akan ada tergenang lagi dan mengurangi banjir,” ujar Terkelin.

Bupati menyatakan apa yang dilakukannya, meninjau lokasi jalan rawan banjir, sekaligus mengetahui penyebabnya.

Ditegaskannya, kondisi Jalan Jamin Ginting, depan Hotel Suite Pakkar, begitu memprihatinkan.

“Kiri-kanan badan jalan, air banyak tergenang. Terlihat sudah membentuk seperti danau-danau kecil buatan. Padahal cuaca tidak hujan,” tegas Terkelin Brahmana.

Didampingi anggota DPRD Karo, Thomas Joverson Ginting, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kadis PUPR Paten Purba, Kabid Lingkungan Hidup Hotman Brahmana. Bupati memimpin pembersihan.

Sehari sebelumnya, Bupati Karo Terkelin Brahmana melihat langsung kondisi penampungan sayur-mayur di Desa Raya Berastagi. Di sana, Terkelin Brahmana mengungkapkan kekesalannya, lantaran lokasi penampungan yang jorok, becek, dan bau.  (Bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *