Bupati Pangonal Didemo Mahasiswa

oleh -1.590 Kali Dibaca
Aksi MPR Labuhanbatu di kantor Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara saat menuntut pemberhentiannya bantuan beasiswa guna masuk PTN, dan penjulanan baju sergam batik bertuliskan nama Bupati Labuhanbatu untuk tingkiat SD dan SMP.
Aksi MPR Labuhanbatu di kantor Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara saat menuntut pemberhentiannya bantuan beasiswa guna masuk PTN, dan penjulanan baju sergam batik bertuliskan nama Bupati Labuhanbatu untuk tingkiat SD dan SMP.

RIENEWS.COM –  Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, dan Wakilnya Andi Suhaimi dinilai sejumlah mahasiswa telah gagal memimpin daerah ini selama kurun waktu dua tahun menjabat.

Alasannya, kebijakan pasangan bupati ini dinilai cukup bobrok karena tidak mengedepankan kepentingan warga. Khususnya dalam kebijakan pemberhentian bantuan siswa berprestasi guna masuk PTN, jual baju batik sekolah bertuliskan nama Buati, dan banyaknya dugaan aksi pungli dalam menentukan jabatan dilingkungan Pemkab.

Penilaian itu disampaikan puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa mengatas namakan Mahasiswa Peduli Rakyat Labuhanbatu (MPR Labuhanbatu) di pintu gerbang kantor Bupati Kamis 04 Mei 2017.

Koordinator lapangan, Ahmad Yani Rambe menyatakan, munculnya proyek siluman jual beli baju batik Pangonal Labuhanbatu di sekolah SD serta SMP juga sangat aneh, sebab tidak ada yang mau terbuka tekait proyek ini. Kemudian, persoalan mutasi dan pengangkatan 76 Kepala Sekolah ditengarai menyalahi aturan serta syarat aksi pungli sehingga sempat terjadi aksi gelombang unjukrasa karena menolak kebijakan tersebut.

“Apakah semua itu tidak menyalahim aturan. Jika begitu kenapa setiap kami mencoba menyampaikan aspirasi guna berbuat agar Labuhanbatu lebih baik lagi, Bupati tidak mau hadir,” teriakan MPR Labuhanbatu.

Setelah menyampaikan orasinya secara bergantian hampir selama satu jam, akhirnya perwakilan mahasiswa diperbolehkan masuk  guna berdialog dengan Wakil Bupati, Andi Suhaimi Dalimunthe mewakili Bupati yang saat itu berada di Jakarta.

Dalam dialog tersebut Wakil Bupat, Andi Suhemi terkesan menutup diri dengan berdalih tidak tahu atas pemutusan biasiswa guna masuk PTN, serta penjualan baju seragam sekolah batik untuk tingkat SD dan SMP.[BAY]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *