DBD Melanda Karo Dua Meninggal Dunia

oleh -1.981 Kali Dibaca
Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat menjenguk Dika, 8, warga Kecamatan Merek terkenak DBD yang dirawat inap di klinik Bersama Kabanjahe.
Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat menjenguk Dika, 8, warga Kecamatan Merek terkenak DBD yang dirawat inap di klinik Bersama Kabanjahe.

RIENEWS.COM – Demam Berdarah (DBD) kembali melanda warga Kab. Karo Sumatera Utara dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

“Seperti dialami Bintang Munte, 6, warga Desa Togging, Kecamatan Merek, yang meninggal dunia di klinik Bersama jalan Kuta Cane Kabanjahe, dan Angli br Haloho, 12, meninggal dunia saat dirujuk ke RSU Adam Malik,” ucap Plt Kepala Dinas Kesehatan Karo, Dr Johannes Sitepu kepada wartawan pada Jumat 19 Mei 2017 malam saat menjenguk pasien DBD di klinik Berasma jalan Kota Cane Kabanjahe.

Kedatangan Plt Dinkes Johannes Sitepu ke klinik Bersama melihat korban DBD lainnya, Dika, 8, juga dihadiri langsung Bupati Karo, Terkelin Brahmana, Dr Arjuna Bangun, Camat Merek Tomi hendriko Sidabutar dan Lurah Kabanjahe, Japet Bangun.

Johannes menjelaskan, gejala DBD tergolong parah, meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan diantaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah, dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah. Keluarnya darah dari gusi, hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.
“Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes Albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung selayaknya penyakit flu. Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus banyak berkembang biak di daerah padat penduduk, misalnya di kota-kota besar beriklim lembab dan hangat,” ucapnya.

Dikatakannya, dari data sementara ada 26 orang mengidap penyakit DBD, dan ada yang sudah pulang dan dirawat inap di rumah sakit yang ada di Karo.

Mendengar penjelasan tersebut, Bupati Karo, Terkelin Brahmana memerintahkan segera dibuat pendataan warga Desa Tongging Kecamatan Merek berapa jumlah terkena akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang dikenal dengan demam berdarah dan melakukan fogging (pengasapan) ke desa-desa tersebut mulai besok.

“Pastinya kita turur berduka cita atas meninggal dunianya dua warga kita akibat DBD. Saya minta seluruh perangkat desa agar bisa antisipasi dengan melakukan fogging, guna mencegah DBD dan timbulnya kembali korban jiwa,” ucapnya.[BAY]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *