Dilanda Angin Kencang dan Hujan, Satu Warga Gambiran Terluka

oleh -108 Kali Dibaca
Atap rumah warga di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, rusak diterpa angin kencang saat hujan melanda wilayah tersebut, Minggu sore, 19 September 2021. [Foto BNPB]

RIENEWS.COM – Satu orang warga Dusun Sumberejo, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dilaporkan terluka saat wilayah tersebut dilanda hujan disertai angin kencang, Minggu 19 September 2021.

“Satu warga mengalami luka ringan di bagian kepala akibat material bangunan,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu.

Korban yang mengalami luka dievakuasi petugas BPBD ke Puskesmas Jajag. Muhari mengungkapkan, dampak angin kencang menyebabkan 36 unit rumah warga rusak.

Baca Juga:

Diteror Molotov, LBH Yogyakarta: Kami Tidak Takut

Dampak Cuaca Ekstrem, 20 Rumah Warga Kepulauan Talaud Rusak

“Rumah tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap. Kuatnya angin menyebabkan genteng rumah warga berserakan,” tutur Muhari.

Pasca kejadian, warga bergotong-royong memperbaiki kerusakan rumah warga.

“Hingga (Minggu) siang tadi, masyarakat masih terus menyelesaikan perbaikan atap yang rusak. Warga terdampak akan mendapatkan bantuan material bangunan dari pihak Kecamatan Gambiran,” imbuhnya.

Petugas gabungan berasal dari BPBD kabupaten, TNI, Polri, aparat desa dan kecamatan serta RAPI setempat mengoperasikan dua dapur umum untuk membantu warga masyarakat yang melakukan gotong royong.

“BNPB selalu mengimbau kepada pemerintah daerah, khususnya BPBD, waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang maupun angin puting beliung. Kondisi ini dapat terjadi atau menyertai saat hujan berlangsung,” ujar Muhari.

Selain itu, Muhari menambahkan, fenomena cuaca ekstrem tersebut biasa terjadi saat pergantian musim dari musim kemarau ke hujan dan sebaliknya.

Mengantisipasi bahaya dan dampak hidrometeorologi, BPBD dapat menjalin kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi kesiapsiagaan masyarakat.

Menghindari dari bahaya angin kencang, masyarakat diimbau untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan jangan berada di bawah pohon maupun papan baliho. Selain itu, masyarakat dapat bergotong royong untuk memotong ranting-ranting pohon yang ada di sekitar guna mengantisipasi tumbangnya pohon akibat angin kencang maupun beban air saat hujan turun. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *