Dilobi Bupati Karo, Ini Reaksi Kementerian Perindustrian

oleh -2.415 Kali Dibaca
Dirjen I Gusti Putu Suryawirawan (5 kanan) bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana (5 kiri), seusai memdiskusikan pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. [Foto Ist|Rienews.com]

RIENEWS.COMKementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons usulan Bupati Karo Terkelin Brahmana tentang pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) di Desa Nagara, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kemenperin melalui Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional/Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri, I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, pihaknya akan melakukan kajian.

KLIK: Bupati Karo Lobi Kemenperin Bangun SIKM di Merek

SIKM diperuntukkan bagi industri pertanian.  Kabupaten Karo, merupakan wilayah sumber pertanian di Provinsi Sumatera Utara, hasil produksinya didistrubusikan ke wilayah Tanah Air hingga luar negeri.

“Tahap awal akan melakukan kajian sentra industri kecil menengah di Desa Nagara, Kecamatan Merek, sesuai yang diusulkan Bupati Karo,” kata Dirjen I Gusti Putu Suryawirawan.

Penjelasan itu disampaikan I Gusti Putu Suryawirawan dalam diskusi bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, Alexsander Baru dan Forum Masyarakat Sinabung (Formasi), di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis 22 Februari 2018.

I Gusti Putu Suryawirawan mengemukakan, rencana kajian Sentra Industri Kecil Menengah akan dimulai  April 2018, mendatang.

“Ini sebagai tanda serius kami akan melakukan studi dan sementara akan kita tampung dana anggarannya  Rp 1 -1,5 miliar,  DED (Detail engineering Design),” jelas Suryawirawan.

Untuk untuk pembangunan fisik, kata Suryawirawan, berdasarkan hasil studi yang dilakukan.

“Nanti kita lihat hasil studi. Kenapa saya katakan demikian, melalui studilah  akan kita temukan mengenai luas sentra yang akan dibangun maupun jumlah dana anggaran pembangunan. Baru nantinya ditetapkan melalui dana, melalui alokasi DAK  Pusat Tahun Anggran 2019,” tegas Suryawirawan didampingi Sekertaris Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri, Inatius Warsito. (BAY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *