Gempa Ambon, Ini Data 30 Korban Meninggal Dunia

oleh -258 Kali Dibaca
Kerusakan dampak gempa magnitudo 6,5 di kawasan Desa Liang, Provinsi Maluku yang terjadi pada Kamis 26 September 2019. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Pascagempa magnutido 6,5 yang mengguncang Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Kamis 26 September 2019, terdata korban meninggal dunia 30 orang.  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di hari ketiga pascagempa, Minggu 29 September 2019, merilis nama-nama korban yang meninggal dunia.

Ke-30 korban meninggal dunia tersebar di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB , Agus Wibowo dalam siaran persnya, Minggu 29 September 2019, menyebutkan korban meninggal dunia dampak gempa magnitudo 6,5 di Provinsi Maluku, 30 orang dan korban luka-luka 156 orang.

Berikut data para korban meninggal dunia yang diperoleh Redaksi dari Plt Kepala Pusdatinmas BNPB, Agus Wibowo.

Korban meninggal dunia di Kabupaten Maluku Tengah sebanyak 14 orang; Hamid Waitawa,  Aisa Maruapey, La Nai,  Tine Tuasela,  Minggus Souhoka,  Sami Kadidu,   Halima Samuel,  Wa Ona,  Hasam Laisow,  Hamid Laisow, La Ode Ana Gani, Mansur Marasabessy, Nabir Bugis, dan Salbia Olong.

Ikuti Berita Gempa Ambon di sini

Di Kota Ambon korban meninggal dunia 10 orang: John Nanlohy (Balita),  Mateis Pieter Frans,  HI. Kebo,  Ny. Narti Rumain,  Frans Massi, NN. Messy Lethora,  Ashana Maimuna (Balita),  Ny. Jahia, M. Zulkarnaen Holle, dan  Firman (Balita).

Di Kabupaten Seram Bagian Barat korban meninggal dunia 6 orang;  Hj. Samsia,  Johan Pelana, Neles Kainama, Petronela Sahetapy, Karel Muster, dan Tuniasu.

Sedangkan korban luka di Kota Ambon sebanyak 31 orang, di Kabupaten Seram Bagian Barat terdata 17 orang, dan di Kabupaten Maluku Tengah terdata korban luka sebanyak 108 orang.

Baca Berita:

Menyaru Sebagai Pembeli, Polisi Sukses Bekuk Duo Tersangka Curanmor

BNPB: Korban Meninggal Dunia 20 Orang, 475 Kali Gempa Susulan

“Pendataan akan terus dilakukan oleh BPBD Provinsi Maluku, BPBD Kota Ambon, BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat dan BPBD Kabupaten Maluku Tengah. BNPB mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu dan mendampingi BPBD Provinsi dan kabupaten/kota di Maluku agar penanganan paska bencana gempabumi Ambon M6.5 pada tanggal 26 September 2019, pukul 07.02 WIB dengan kedalaman 10 kilometer dapat berlangsung dengan baik,” kata Agus.

Tanggap Darurat

Plt Kepala Pusdatinmas BNPB, Agus Wibowo menyatakan, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menetapkan masa tanggap darurat pascagempa selama 14 hari, terhitung sejak 26 September 2019 hingga 9 Oktober 2019.

Kota Ambon menjadi salah satu wilayah terdampak karena gempa magnitudo 6,5 yang terjadi pada Kamis 26 September 2019.

“Selama masa tanggap darurat tersebut, Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kota Ambon bertugas untuk mengkoordinasikan semua unsur untuk penanganan darurat di wilayah administrasinya. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer tadi mengguncang beberapa kecamatan seperti Baguala, Teluk Ambon, Sirimau, Nusaniwe dan Kota Ambon,” kata Agus.

Pascagempa juga menyebabkan terjadinya pengungsian warga di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupate Maluku Tengah sebanyak 244.780 jiwa.

Sementara data kerusakan rumah masih terus dilakukan.

“Data rumah rusak di Kota Ambon berjumlah 374 unit dengan rincian 173 rusak ringan, 74 rusak sedang dan 74 rusak berat,” sebut Agus.

BPBD Provinsi Maluku telah mendirikan dua tenda keluarga di halaman Rumah Sakit Umum Haulussy, Kota Ambon dan RSU Tulehu, Maluku Tengah.

Selain itu, pemerintah daerah setempat juga mendistribusikan terpal kepada masyarakat terdampak.

Upaya pendataan di lapangan masih terus dilakukan oleh tim reaksi cepat BPBD Provinsi Maluku. Upaya pendataan salah satunya untuk mengidentifkasi titik-titik pengungsian.

Sementara ini titik konsentrasi teridentifikasi di Desa Waai seperti di wilayah Air Terjun Waai, Dusun Ujung Batu dan Batu Dua.

Sedangkan di Kota Ambon, penyintas terkonsentrasi di SMA Siliwangi, Kuburan atas SMA 9, dan SMA 9.

“Melihat kondisi terkini, beberapa tantangan masih dihadapi dalam penanganan darurat. Salah satunya perlu upaya intensif untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk segera kembali ke rumah masing-masing. BNPB telah mengirimkan tim pendukung dalam manajemen posko dan dukungan logistik serta peralatan yang telah tiba di Maluku. Di sisi lain, TNI mengoperasionalkan rumah sakit lapangan di Kampus Darussalam, Maluku Tengah,” kata Agus. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *