Gempa M 6,7 Landa Kabupaten Malang, Guncangan Dirasakan Hingga Skala V MMI

oleh -97 Kali Dibaca
Pusat gempa bumi M6,7 di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 10 April 2021, pukul 14.00 WIB. [Foto BMKG | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi Magnitudo (M) 6,7 terjadi Sabtu 10 April 2021, pukul 14.00 WIB. Pusat gempa bumi (episenter) berada di 90 kilometer barat daya, Kabupaten Malang,  Provinsi Jawa Timur, dengan titik koordinat, 8.95 LS-112.48 BT, pada kedalaman (hiposenter) 25 kilometer laut.

Guncangan gempa bumi M6,7 dirasakan hingga skala V MMI.

BMKG menegaskan, lindu yang terjadi di perairan Kabupaten Malang itu, tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan, hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempabumi ini memiliki  M6,7 kemudian diupdate menjadi M6,1.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 Km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 Km,” kata Bambang dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Baca Juga:

Pemkab Karo Peringati HUT LVRI ke-64 Tahun

Wakil Bupati Karo Buka Muscab Pramuka Kwarcab Karo Tahun 2021

Guncangan gempa bumi tercatat dalam skala II hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI).

Di daerah Turen, guncangan dirasakan dalam skala V MMI ( getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), di wilayah Karangkates, Malang, Blitar, guncangan gempa dirasakan hingga skala IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Di Kediri, Trenggalek, dan Jombang guncangan gempa bumi dirasakan  dalam skala III-IV MMI. Sedangkan di  Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Yogyakarta, Ngawi, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, dan Denpasar, guncangan dirasakan dalam skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Di Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, dan  Klungkung guncangan gempa bumi dirasakan dalam skala II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Bambang.

Dikatakannya, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Bambang menyatakan, hingga hari Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *