Gempa Malang, Data BNPB 6 Warga Meninggal Dunia

oleh -130 Kali Dibaca
Kerusakan di Rumah Sakit Mardi Waluya di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, terdampak gempa M6,1 pada Sabtu 10 April 2021, pukul 14.00 WIB. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M)6,1 yang berpusat di perairan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 10 April 2021, pukul 14.00 WIB, menelan korban jiwa.

“Data BNPB per hari ini, Sabtu 10 April 2021, pukul 18.00 WIB, mencatat total warga meninggal dunia berjumlah 6 warga dan 1 warga lain mengalami luka berat. Rincian korban meninggal dunia, 3 orang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, sedangkan 2 warga meninggal dunia di antara wilayah Lumajang dan Kabupaten Malang, dan 1 orang meninggal di Kabupaten Malang,” kata Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

BPBD Kabupaten Lumajang mencatat ada titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari.

“Jumlah warga mengungsi masih dalam pendataan. Sedangkan di Kabupaten Malang, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung belum ada laporan warga yang mengungsi,” jelas Raditya dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Terkait dengan kerusakan, kata Raditya, BPBD beberapa di wilayah terdampak gempa tektonik, masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Baca Juga:

Gempa M 6,7 Landa Kabupaten Malang, Guncangan Dirasakan Hingga Skala V MMI

Pemkab Karo Peringati HUT LVRI ke-64 Tahun

“Informasi sementara, BPBD Kabupaten Tulungagung menginformasikan kerusakan rumah rata-rata pada tingkat rusak ringan,” kata Raditya.

Di wilayah Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang, kerusakan rumah pada kategori rusak ringan hingga sedang. Sedangkan di Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar, tingkat kerusakan rata-rata ringan hingga berat.

“BNPB terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lokasi bencana dengan berkoordinasi dengan BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur,” imbuh Raditya.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan, hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki M6,7 kemudian dimuktahirkan menjadi M6,1.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km,” kata Bambang dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Guncangan gempa bumi tercatat dalam skala II hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI).

Di daerah Turen, guncangan dirasakan dalam skala V MMI ( getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), di wilayah Karangkates, Malang, Blitar, guncangan gempa dirasakan hingga skala IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Di Kediri, Trenggalek, dan Jombang guncangan gempa bumi dirasakan  dalam skala III-IV MMI. Sedangkan di  Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Yogyakarta, Ngawi, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, dan Denpasar, guncangan dirasakan dalam skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Di Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, dan  Klungkung guncangan gempa bumi dirasakan dalam skala II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *